Laporkan Masalah

PERAN PELAKU UMKM USAHA BESI TUA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN EKONOMI KELUARGA (Studi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur)

Gunawan Wibisoono, Dr. Dumairy,M.A. ; Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si.

2024 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Pertumbuhan penduduk di Kota Balikpapan yang cukup tinggi dan ditetapkannya Kota Balikpapan sebagai Kota Penyangga Ibu Kota Nusantara yang saat ini menjadi prioritas pembangunan Nasional. Banyak pendatang baik dari Pulau Kalimantan maupun dari luar pulau, yang mengurangi peluang penduduk Kota Balikpapan dalam memperoleh pendapatan dalam meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga. Usaha besi tua sebagai UMKM merupakan suatu peluang perluasan pekerjaan bagi masyarakat Kota Balikpapan, dengan adanya potensi ketersediaan besi scrap yang ada di Kota Balikpapan dan juga didorong oleh kebutuhan bahan baku besi Nasional yang cukup tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pelaku UMKM usaha besi tua dan implikasinya terhadap ketahanan ekonomi keluarga di Kota Balikpapan. 

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menjelaskan keadaan aktual yang sedang terjadi dan menjawab permasalahan dengan prosedur ilmiah. Lokasi penelitian adalah di Kota Balikpapan, dengan obyek yang diteliti adalah para pelaku usaha besi tua dari berbagai kategori. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling dan diperkuat dengan snowball sampling. Data dianalisis secara kualitatif dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa peran pelaku UMKM usaha besi tua di Kota Balikpapan antara ketiga kategori  yang meliputi pencari, pengepul, dan pengirim besi tua memiliki hubungan yang berkaitan dalam hal pemenuhan kebutuhan besi tua dan pemenuhan modal usaha. Dari segi implikasi terhadap ketahanan ekonomi keluarga, diperoleh  ketahanan ekonomi keluarga pencari besi tua masih lemah karena hanya terpenuhi empat indikator dari tujuh indikator ketahanan ekonomi keluarga. Sedangkan pada pengepul dan pengirim besi tua memiliki ketahanan ekonomi keluarga yang tangguh, karena sudah memenuhi  enam indikator dari tujuh indikator ketahanan ekonomi keluarga.

Population growth in Balikpapan City is very high and Balikpapan City has been designated as a buffer city for the capital of the archipelago, this is currently one of the national development priorities. There are many immigrants both from Kalimantan Island and from outside the island, which reduces the opportunities for Balikpapan City residents to earn income and increase family economic resilience. The scrap metal business as an MSME is an opportunity to expand employment for the people of Balikpapan City, with the potential availability of scrap iron in Balikpapan City and also driven by the relatively high national demand for iron raw materials. Therefore, this research aims to analyze the role of scrap metal business actors as MSMEs and its implications for the economic resilience of families in Balikpapan City.

This research uses a descriptive qualitative approach to explain the actual situation that is occurring and answer problems using scientific procedures. The research location is in Balikpapan City, with the objects studied being scrap metal business actors from various categories. Informants were selected using purposive sampling techniques and strengthened by snowball sampling. Data was analyzed qualitatively by data reduction, data presentation, drawing conclusions.

The results of data analysis show that the role of scrap metal business actors in Balikpapan City between the three categories which include prospectors, collectors and scrap metal senders has a related relationship in terms of meeting scrap metal needs and fulfilling business capital. In terms of implications for family economic resilience, it was found that the economic resilience of prospectors for scrap metal was still weak because only four of the seven indicators of family economic resilience were fulfilled. Meanwhile, scrap metal collectors and shippers have strong family economic resilience, because they have fulfilled six of the seven indicators of family economic resilience.

Kata Kunci : Pelaku Usaha Besi Tua, UMKM, Ketahanan Ekonomi Keluarga

  1. S2-2024-500258-abstract.pdf  
  2. S2-2024-500258-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-500258-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-500258-title.pdf