Laporkan Masalah

PERENCANAAN PAKET EKOWISATA YANG BERBASIS INTERPRETASI ALAM DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus di Sub Seksi Rowo Bendo Taman Nasional Alas Purwo, Kabupaten Banyuwangi)

EFFENDI, Ir. Retno Nur Utami, M.P.

2007 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Indonesia merupakan negara yang kaya akan potensi sumberdaya hutan. Menurunnya potensi hutan akibat eksploitasi mengakibatkan perubahan pengelolaan hutan ke sektor non kayu. Pengembangan ekowisata di kawasan Taman Nasional memerlukan "jembatan" untuk menghubungkan obyek ekowisata dengan pengunjung, yaitu interpretasi. Paket ekowisata dapat diwujudkan dalam bentuk jalur interpretasi. Perencanaan jalur-jalur interpretasi dapat dibantu dengan Sistem Jnformasi Geografis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui flora, fauna, maupun potensi budaya yang terdapat di Taman Nasional Alas Purwo, khususnya Sub Seksi Rowo Bendo, dan merencanakan jalur interpretasi untuk mendukung ekowisata menggunakan Sistem lnformasi Geografis. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan informasi serta altematifpaket ekowisata di Taman Nasional Alas Purwo. Penelitian ini menggunakan metode Stratified Sampling dimana suatu kawasan yang luas dibagi ke dalam strata. Data yang diambil terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer berupa flora, fauna, dan potensi budaya diperoleh dari inventarisasi di setiap stratum kemudian dicatat ke dalam tabel, sedangkan data sekunder diperoleh dari hasil wawancara dengan masyarakat/petugas serta sumber lainnya. Analisis dilakukan secara deskriptif. Dari hasil diperoleh bahwa flora yang terdapat di Sub Seksi Rowo Bendo ada 46 spesies dan 6 spesies hutan bakau, fauna terdapat 30 spesies burung, 6 spesies reptil, dan 8 spesies mamalia. Potensi budaya berupa Pura Luhur Giri Saloka. Jalur interpretasi untuk mendukung ekowisata yang dapat ditawarkan antara lain : Jalur Burung Berkicau, Jalur Pantai ke Rimba, Jalur Budaya Pura Luhur Giri Saloka, dan Jalur Wisata Mangrove.

Indonesia is a rich of forest resources country. Forest degradation caused by exploitation have turn forest management conception into non timber sector. Development of ecotourism in National Park need a "bridge" to connect between ecoturism object and visitors, that is interpretation. Ecoturism packet could be realize from interpretive trails. Geographic Information System can be used to help in interpretive trails planning. This research is purposed to know the flora, fauna, and also cultural heritage on Alas Purwo National Park, specially on Sub Section of Rowo Bendo, and to plan interpretive trails to support ecotourism using Geographic Information System. This research is used to give information and also alternative of ecotourism packet in Alas Purwo National Park. Stratified Sampling is is used in this research, where a vast area divided into smaller area called strata. Taken data consists of primary and secondary data. Primary data such as flora, fauna, and cultural heritage obtained from inventory in every stratum and then recorded on the table, whereas secondary data obtained from interview with local community/officer and also other sources. Data then analyze with descriptive way. From the result, flora discovered in Sub Section of Rowo Bendo is 46 species and 6 species of mangroves, for fauna there is 30 species of birds, 6 species of reptiles, and 8 species of mammals. Cultural heritage that found is Giri Saloka Temple. Interpretive trails to support ecotourism that could be offer such as : Jalur Burung Berkicau (Singing Bird Trail), Jalur Pantai ke Rimba (Coast to Jungle Trail), Jalur Budaya Pura Luhur Giri Saloka (Cultural

Kata Kunci : Ekowisata, Jalur lnterpretasi, Sistem Informasi Geografis

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf