PENAKSIRAN POTENSI KAYU PERKAKAS DAN KAYU BAKAR DARI HUTAN RAKYAT ( Studi Kasus Di Desa Bateh, Kabupaten Magelang)
AbdulRachman Suryo Pratomo, Dr. Ir. Ris Hadi P., M.Agr,Sc.
2007 | Skripsi | S1 KEHUTANANPertambahan penduduk yang tinggi dapat menurunkan kepemilikan rata-rata lahan garapan dan menurunnya kemampuan serta daya dukung lahan dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Pertumbuhan penduduk juga akan meningkatkan kebutuhan kayu baik kayu perkakas maupun kayu bakar. Hutan rakyat merupakan salah satu bentuk penghijauan pada lahan milik penduduk, yang bertujuan sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan akan kayu bakar dan kayu perkakas, meningkatkan kualitas lahan, melestarikan tanah, air dan lingkungan serta memberikan tambahan pendapatan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menaksir potensi kayu perkakas dan kayu bakar di wilayah penelitian. Penelitian ini dilakukan di Desa Bateh, Kabupaten Magelang. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Purpossive Sampling. Penduduk yang dijadikan sampel sebanyak 30 orang dari 2 dusun. Data penelitian meliputi data potensi hutan, data sosial ekonomi masyarakat, dan data pendukung yang relevan. Pengambilan data potensi dilakukan dengan pengukuran langsung di hutan rakyat milik responden, data sosial ekonomi diperoleh melalui wawancara dan pengisian kuisioner, data untuk data pendukung diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi kayu berdiri yang ada adalah sebesar 152.5270 m3/Ha, dengan volume kayu perkakas sebesar 127.5211 m3/Ha, dan volume kayu bakar sebesar 57.4482m3/Ha, sedangkan pola hutan rakyat ditentukan dari nilai Lbds sebesar 13.62m2/Ha yang artinya tegakan hutan rakyat ini termasuk dalam klasifikasi rapat dimana ruang tumbuh tanaman pertanian dibawah pohon sebesar 0-25%.
A highly growth of population decreases the average belonging of land property, and the land supporting ability in order to fulfill community's life necessities. Beside that, it will increase either merchantable or fire wood needs. Community forest is kind of rehabilitation activity carried out on a community land, whose aim are as an alternative in fulfilling the merchantable and fire woods needs, to improve the land quality, to sustain the soil, water and environment, and also to give additional income for people., The objection of this research was to estimates the merchantable and fire wood potency in this research location The research was carried out in Bateh Village, Magelang District. The Sampling method used Purposive Sampling by selecting 30 respondents from 2 sub village. The research data included forest potency data, economy and social data, and relevant supporting data. The potency sampling was done by directly estimation in respondent's land property, the economy and social data were obtained by interviewing and fulfilling the questioner, and the supporting data were obtained from interrelated institutes. The result showed that the standing stock in the research location was 152.5270 m 3 /hectare, the merchantable wood volume was 127.5211 m3 /hectare and fire food volume was 57.4482 m2/hectare. Community forest pattern was determined from the tree density as many as 13.62 m2/hectare, meaning stand of these community forest included into dense class that site for agriculture commodities under tree stand was 0-25%.
Kata Kunci : hutan rakyat, kayu perkakas, kayu bakar, penaksiran potensi 1 >