Laporkan Masalah

Uji Toksisitas Sari Eupatorium Inulifolium H.B.K. dan Endoxan Terhadap Larva Artemia salina Leach

Leni Liedarsino , Dra. Sri Mulyani M., SU, Apt.; Dr. Mulyadi, Apt.

1989 | Skripsi | S1 FARMASI

Di Indonesia banyak tumbuh Eupatorium biasanya terdapat di dataran rendah maupun di sp. yang pegunungan sampai ketinggian 1800 meter di atas permukaan air laut. Salah satu daerah dimana terdapat tumbuhan tersebut adalah di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu tumbuhan Eupatorium inulifolius H.B.K. Dalam beberapa penelitian yang telah dilakukan ternyata beberapa Eupatorium Sp. mengandung flavonoid dan sesquiterpen lakton yang bersifat sitotoksis dan atau misalnya Eupatorium semiserratum D.C. antitumor mengandung senyawa fenol yaitu eupatorin yang bersifat sitotoksis dan sari alkohol dari tumbuhan tersebut mempunyai aktivitas melawan karsinona nasofaring. Eupatorium formosanum H.A.Y. mengandung suatu sesquiterpen lakton yaitu eupatolid yang menunjukkan aktivitas penghambatan nyata dari pertumbuhan sel-sel kultur jaringan invitro dari karsinoma laring epidermoid manusia. Sari Eupatorium inulifolium H.B.K. dengan pelarut metanol- air ( 70:30 > ternyata mengandung flavonoid. Senyawa flavonoid dalam sari Eupatorium inulifolium kemungkinan bersifat sitotoksis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui H.B.K. toksisitas sari Eupatorium inulifolium H.B.K. dan endoxan terhadap larva Artemia salina Leach dengan menetapkan LC5onya. Penelitian dilaksanakan dengan mengelompokkan sampel menjadi 5 kelompok. Kelompok I flakon berisi sari metanol cair Eupatorium inulifolium H.B.K. dengan konsentrasi tertentu. Kelompok II flakon berisi sari petroleum eter Eupatorium inulifolium H.B.K. dengan konsentrasi tertentu. Kelompok III flakon berisi sari metanol padat Eupatorium inulifolium H.B.K. dengan konsentrasi tertentu. Kelompok IV flakon berisi endoxan dengan tertentu. Kelompok V flakon berisi methanol Masing-masing flakon diberi 10 ekor konsentrasi (kelompok kontrol). larva Artemia salina Leach yang berumur 48 jam, dan diberi air laut buatan sampai volume 5 ml. Setelah periode waktu 24 jam, jumlah larva udang yang mati dihitung dan ditentukan kematiannya. Percobaan tersebut diulangi dengan menggunakan konsentrasi Eupatorium inulifolium H.B.K. dan endoxan sari diubah-ubah. yang LC50 sari metanol dan sari petroleum eter Eupatorium inulifolium H.B.K. dan endoxan terhadap larva Artemia salina Leach dihitung dengan menggunakan metoda analisis probit. Harga LC50 masing-masing sari Eupatorium inulifolium H.B.K. dan endoxan dianalisis dengan menggunakan metoda analisis varian satu jalan dengan taraf kepercayaan 95%.

Kata Kunci : Artemia salina, Eupatorium, Endoxan, Toksisitas,

  1. S1-FAR-1989-LeniLiedarsino-abstract.pdf  
  2. S1-FAR-1989-LeniLiedarsino-bibliography.pdf  
  3. S1-FAR-1989-LeniLiedarsino-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FAR-1989-LeniLiedarsino-tittle.pdf