Efek Analgetik Beberapa Fraksi Daun Justicia gendarussa Burm.F. Pada Mencit
Ninik Hariyati, Dr. C.J. Soegihardjo, Apt.; Drs. Djoko Suhardjono, M.Sc., Apt.
1989 | Skripsi | S1 FARMASISalah satu obat tradisional yang masih banyak digunakan dalam pengobatan di daerah pedesaan adalah tanaman Justicia gendarussa Burm.f. Sejak lama daun tanaman ini digunakan sebagai obat untuk mengurangi rasa sakit dan nyeri, obat penurun panas, peluruh haid, obat pengham bat kontraksi otot atau kejang otot, serta obat KB bagi orang laki-laki. Telah dilakukan penelitian tentang efek analgetik beberapa fraksi daun Justicia gendarussa Burm.f. pada mencit. Dari hasil penelitian terhadap fraksi-fraksi daun, yaitu fraksi etil asetat, fraksi n-butanol dan fraksi air ternyata ketiga fraksi daun mengandung senyawa flavonoid. Dalam fraksi etil asetat kemungkinan mengandung flavonoid tipe flavanon dengan sebagian ada gugus hidroksi pada posisi C-3 dan C-5 serta gugus orto dihidroksi. Sedang frak si n-butanol kemungkinan mengandung flavonoid tipe dihidroflavonol dengan sebagian ada gugus hidroksi pada posisi C-3 dan C-5 serta gugus orto dihidroksi. Dalam fraksi air kemungkinan mengandung flavonoid tipe flavon dan flavonol dengan seluruhnya ada gugus hidroksi pada posisi C- 3 dan C-5 serta gugus orto dihidroksi. Adanya flavonoid dalam daun gendarusa ini mendukung kegunaannya sebagai analgetik. Pada pengujian analgetik terhadap ketiga fraksi ?daun dikerjakan mengikuti rancangan rambang lugas pola searah. Tujuh puluh lima ekor mencit putih betina dibagi se cara rambang menjadi 5 kelompok sama banyak. Kelompok I diberi perlakuan tilosa 1 % dosis 20 ml/kg BB secara oral sebagai kontrol. Kelompok II diberi perlakuan parasetamol 1 % dengan dosis 200 mg/kg BB secara oral, sebagai pemban ding. Kelompok III, IV dan V berturut-turut diberi perlakuan fraksi etil asetat 10 % dosis 2 g/kg BB, fraksi n-by tanol 10% dosis 2 g/kg BB, dan fraksi air 10 % dengan do sis 2 g/kg BB secara oral. Setelah perlakuan tersebut, se lang waktu 20 menit diberi asam asetat 0,50 % dengan do sis 50 mg/kg BB secara intra-peritoneal. Selanjutnya diamati jumlah geliatnya setiap interval waktu 5 menit selama 1 jam. Dengan persamaan Handershot dan Forsaith (1959) dapat diperoleh prosentase daya analgetik. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan metode analisis varian pola searah dengan taraf kepercayaan 95 %, dan dilanjutkan dengan uji Tukey menggunakan taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan, ketiga fraksi daun mempunyai efek analgetik. Daya analgetik ketiga fraksi da un tersebut adalah: kelompok fraksi etil asetat (43,51 ± 2,24) %, kelompok fraksi n-butanol (39,88 1,46) %, dan kelompok fraksi air (28,04 ± 1,64) %. Sedangkan daya anal getik untuk kelompok parasetamol adalah (36,371,51) %.
Kata Kunci : Analgetika, Daun, Justicia gendarussa, Mencit