Laporkan Masalah

PENGARUH JUMLAH PEREKAT UF DAN TEBAL VENIR MUKA-BELAKANG TERHADAP EMISI FORMALDEHIDA DAN DELAMINASI, PADA KAYU LAPIS JATI (Tectona grandis L.f.) lNTI PAPAN SENGON (Paraserianthes falcataria, ( L) Nielsen)

DIDIN HARTOYO, Prof. Dr. Ir. T. A. Prayitno, M. For.

2007 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Bahan baku kayu yang berkualitasjumlahnya semakin berkurang dan harganya juga mahal, sehingga juga perlu dicari altrnatif penggunaan bah an baku yang i;nurah tetapi produk yang dihasilkan tetap berkualitas, yaitu dengan membuat kayu Iapis jati inti papan sengon. Standar untuk produk kayu lapis selain mempersyaratkan keteiyuhan rekat (delaminasi) dan kadar air juga mempersyaratkan kadar emisi formaldehiqa, sehingga pada penelitian ini dilakukan pengujian emisi fo1maldehida, delaminasi, caca\ tembus dan kadar air kayu lapis. Bahan penelitian berupa kayu sengon asal Klaten, venir sayat k,wu jati dari IPKJ Cepu, perekat urea forrnaldehida tipe UA-125 dari PAI Probolinggo, dan bahan kimia untuk uji emisi formaldehida yang diperoleh dari Yogyakarta. P-enelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan percobaan faktorial yang terd,iri dari dua faktor yaitu jumlah perekat (20 #/MSGL, 30 #/MSGL, 40 #/MSGL) dan teb9l venir (0,3 mm dan 0,6 mm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara faktor jurnlah_ perekat dan tebal venir tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Faktor tunggal jumlah perekat berpengaruh nyata terhadap nilai emisi formaldehida, kadar air, berat jenis, dan cacat tembus akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap nilai delaminasi. Nilai emisi formaldehida, kadar air, berat jenis, dan cacat tembus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah perekat yang digunakan. Nilai emisi formaldehida kayu lapis dengan jumlah perekat 20 #/MSGL; 30 #/MSGL; dan 40 #IMSqL berturutturut adalah 0, 185 ?g/ml, 0,927 ?g/ml, 2,312 ?g/ml, nilai kadar air: 11,4 7 %; 12,04 %; dan 12,3 l %, nilai berat jenis: 0,37; 0,36; dan 0,39, sedangkan nilai cacat tembusnya adalah: 0 %; 12,43%; dan 35,78%. Faktor tunggal tebal venir tidak berpen????aruh nyata terhadap semua parameter yang diuji kecuali nilai cacat tembus. Makin tebal venir yang digunakan, maka tebal nilai cacat tembusnya makin rendah. Nilai cacat tempus dengan tebal venir 0,3 mm dan 0,6 mm berturut-turut adalah • 24,36 % dan 7, 79 %.

Since high quality raw material woods are getting rare and expensjve in price, another alternative material that is cheaper but still gives a qualified product is Sengon Board Centered Teak Plywood. A standard plywood product requires not only a high bonding strength (delamination) and a standard water level but also rt¥}uires the formaldehyde emission level, thus this research employs formaldehyde emission test, delamination test, leakage and plywood water level test. The research materials are Sengon wood from Klaten regency, teak slice veneer from IPKJ Cepu regency, UA-125 type urea formaldehyde adhesive from PAI Probolinggo regency, and chemical material from Yogyakarta province whi

Kata Kunci : kayu lapis, venir, jumlah perekat, tebal venir, urea formaldehida, emisi forrnaldehida, delaminasi

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf