Keragaman Street Environments sebagai penentu tingkat Livability pada ruang pedestrian Jalan Urip Sumoharjo, Yogyakarta
KUSUMANINGSIH, Dwi Endah, Ir. Haryadi, M.Arch.,PhD
2004 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturRuang Jalan Urip Sumoharjo merupakan sebuah ruang jalan yang memiliki tingkat livability yang cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari beragamnya aktivitas yang terjadi di ruang jalan tersebut, dimana pengguna atau kelompok pengguna, seting dan ragam aktivitas yang ada selalu berbeda dari waktu ke waktu (selama 24 jam). Tingkat livability yang ada pada suatu ruang jalan sangat dipengaruhi oleh kondisi street environments, yaitu lingkungan ruang jalan yang meliputi komponenkomponen lingkungan fisik maupun non fisik. Selanjutnya, komponen-komponen lingkungan fisik dapat kita sebut sebagai seting fisik, sementara komponen-komponen lingkungan non fisik adalah manusia dan aktivitas yang terjadi di ruang jalan. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan faktor-faktor dan komponenkomponen lingkungan yang mempengaruhi tingkat livability pada suatu ruang jalan, guna memperoleh suatu arahan (guideline) kawasan, untuk menciptakan ruang jalan yang hidup – “livable streetâ€. Adapun metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda pengamatan langsung di lapangan dengan menggunakan placecentered mapping, time budget dan wawancara. Beberapa spot amatan ditentukan melalui purposive random sampling terkait dengan metode place-centered mapping, dengan memperhatikan aspek diversitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk memperoleh kondisi ruang jalan yang livable, maka faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah adanya keragaman fungsi bangunan, keragaman pengguna, keragaman aktivitas, keragaman seting, kemenarikan dan kenyamanan yang secara keseluruhan selalu berbeda dari waktu ke waktu. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa keragaman street environments dan waktu merupakan aspek-aspek penting di dalam menciptakan ruang jalan yang hidup – “livable streetâ€.
Urip Sumoharjo is a street, which have an adequate level of livability. It could be seen at various activities that happen on that street. We could find different activities, different people or groups, and different settings that always diverse from time to time in a day (along 24 hours). Level of livability of a street depends on condition of the street environments that include both physical environment and non-physical environment. Moreover, components of physical environment we know as a physical setting, beside, components of non-physical environment we recognize as human and its activities that take place in a street. This research was done to find out the components and factors that affect level of livability particularly on a street, then to get a guideline, how to create a “livable streetâ€. Observation was used in this research with place-centered mapping, time budget and interview as methods to get the data. In relation to place-centered mapping, spots are set at research location by purposive random sampling as a place to observe, for which diversity is used of the focus of the analysis . This research concludes that to create a livable street we must consider some factors, those are mixture of building functions (mix -use at street level), different user groups, different activities, different settings, comfort and safety, which vary according to time and space. As a result, diversity of street environments and time are the important aspects to be taken into consideration to create a “livable streetâ€.
Kata Kunci : Ruang Pedestrian,Tingkat Livability,Lingkungan Fisik dan Non Fisik, diversity, street environments, livable, livability, time