Laporkan Masalah

Impact of Single Parental Presence on School Attendance and Educational Attainment: Do Broken Homes Lead to Broken Dreams?

Alya Shafira Mashuri, Wisnu Setiadi Nugroho, S.E., M.Sc., M.A., Ph.D.

2024 | Skripsi | ILMU EKONOMI

Rumah tangga dengan orang tua tunggal menghadapi tantangan yang signifikan dalam memberikan dukungan dan sumber daya yang sama dengan keluarga dengan dua orang tua, terutama ketika menghadapi peristiwa rumah tangga seperti perceraian, kematian orang tua, dan orang tua yang tidak tinggal di rumah. Dengan menggunakan model regresi logistik binomial dan analisis Ordinary Least Squares (OLS) dengan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2022, studi ini meneliti dampak menjadi orang tua tunggal, yang tercermin dari status pernikahan dan status tempat tinggal orang tua, terhadap kehadiran sekolah dan pencapaian pendidikan anak di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dari orang tua yang bercerai  hidup memiliki kemungkinan 0,3 poin persentase lebih kecil untuk bersekolah, sementara anak-anak dari orang tua yang cerai mati memiliki kemungkinan 0,1 poin persentase lebih kecil. Status tempat tinggal orang tua menunjukkan efek positif pada kehadiran di sekolah untuk keluarga yang tidak memiliki ayah dan kedua orang tua tinggal di rumah yang sama, dan efek negatif untuk keluarga yang tidak memiliki ibu yang tidak tinggal di rumah yang sama. Dalam hal pencapaian pendidikan, anak-anak dari orang tua yang bercerai hidup memperoleh pendidikan 5,7 poin persentase lebih rendah, dan anak-anak dari orang tua yang cerai mati memperoleh pendidikan 2,1 poin persentase lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak dari orang tua yang menikah, meskipun yang terakhir ini tidak signifikan secara statistik. Status tempat tinggal tidak memiliki dampak signifikan terhadap pencapaian pendidikan anak, yang mengindikasikan bahwa ketidakhadiran salah satu orang tua tidak secara signifikan mempengaruhi hasil pendidikan anak-anak.

Single parent households face significant challenges in providing the same level of support and resources as two-parent families, especially when navigating disruptive events such as divorce, parental death, and non-residing parents. Utilising a binomial logistic regression model and Ordinary Least Squares (OLS) analysis with data from the 2022 Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), this study examines the effect of single parenthood, reflected through marital status and parent’s residency status, on children’s school attendance and educational attainment in Indonesia. The results indicate that children of divorced parents are 0.3 percentage points less likely to attend school, while children of widowed parents are 0.1 percentage points less likely. Residency status shows a positive effect on school attendance for families with no residing father and no parents residing, and a negative effect for no residing motherIn terms of educational attainment, children of divorced parents attain 5.7 percentage points less education, and those of widowed parents attain 2.1 percentage points less education compared to children of married parents, though the latter is not statistically significant. Residency status has no significant impact on educational attainment, indicating that the absence of either parent does not significantly affect children's educational outcomes.

Kata Kunci : Single Parent, Marital Status, Residency Status, School Attendance; Educational Attainment, Binomial Logistic Regression, Ordinary Least Squares (OLS)

  1. S1-2024-444228-abstract.pdf  
  2. S1-2024-444228-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-444228-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-444228-title.pdf