Laporkan Masalah

Social Impact Assessment Sertifikasi FSC (Forest Stewardship Council) pada Pengelolaan Hutan Rakyat di Koperasi Wana Lestari Menoreh Kabupaten Kulon Progo

Fadhila Asri Puspaningrum, Wiyono, S.Hut., M.Si.

2024 | Tugas Akhir | D4 PENGELOLAAN HUTAN

Hutan rakyat memiliki potensi besar, baik dari sisi volume kayu yang dihasilkan, maupun manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Sertifikasi FSC merupakan upaya untuk mendorong pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab agar potensi hutan rakyat semakin meningkat. Pengelolaan hutan rakyat oleh KWLM telah mendapatkan sertifikasi FSC dan diharapkan memiliki dampak positif pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak sosial sertifikasi FSC hutan rakyat di KWLM. Penelitian ini dilakukan dengan cara mixed methode, yaitu gabungan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, penyebaran kuesioner, dan observasi lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa sertifikasi FSC memberikan dampak sosial yang positif kepada petani hutan. Hal tersebut dapat dilihat dari indikator pengetahuan/pemahaman petani sebesar 78,20%, persepsi petani 77,26%, kesadaran petani 76,86%, partisipasi petani 69,13%, penanganan konflik 88,59%, kesempatan kerja 61,15?n peluang usaha 56,66%. KWLM memberikan dampak positif melalui kerja sama kemitraan dengan petani hutan rakyat, kelompok tebang, penangkar/penyedia bibit, tenaga inventarisasi, tenaga tebang, dan tenaga usung. Rata-rata pendapatan petani dari sektor kehutanan sebesar 46,81%. Petani memiliki kesadaran dalam menggunakan APD untuk menjamin keselamatan pada saat kegiatan pengelolaan hutan.

Community forests have great potential, both in terms of the volume of timber produced, as well as the benefits that the community can feel. FSC certification is an effort to encourage sustainable and responsible forest management to increase the potential of community forests. The management of community forests by KWLM has received FSC certification and is expected to positively impact the community. This research aims to assess the social impact of FSC certification of community forests in KWLM. This research was carried out by mixed method, a combination of qualitative and quantitative approaches. Data collection was carried out using in-depth interviews, questionnaire distribution, and field observation. The results of this research show that FSC certification has a positive social impact on forest farmers. This can be seen from the indicators of farmer knowledge/understanding at 78.20%, farmer perception at 77.26%, farmer awareness at 76.86%, farmer participation at 69.13%, conflict management at 88.59%, job opportunities at 61.15%, and business opportunities at 56.66%. KWLM has a positive impact through partnership cooperation with community forest farmers, logging groups, breeders/seed providers, inventory workers, logging workers, and hauling workers. The average income of farmers from the forestry sector is 46.81%. Farmers have an awareness of using PPE to ensure safety during forest management activities.

Kata Kunci : KWLM, Social Impact Assessment (SIA), Sertifikasi FSC

  1. D4-2024-483318-abstract.pdf  
  2. D4-2024-483318-bibliography.pdf  
  3. D4-2024-483318-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2024-483318-title.pdf