Studi Parametrik Pemilihan Jenis Struktur-Atas Jembatan dengan Metode Gabungan Analytical Hierarchy Process dan Artificial Neural Network
Yana Astuti, Henricus Priyosulistyo;Andreas Triwiyono;Akhmad Aminullah
2024 | Disertasi | S3 Teknik Sipil
Populasi jembatan
standar di Indonesia berkisar 96%. Jembatan standar dengan jenis rangka baja, baja
komposit, dan Precast Concrete I-girder (PCI girder) memiliki
populasi sekitar 35?ri total populasi jembatan standar.
Dalam penelitian ini,
dilakukan optimasi jembatan untuk jembatan rangka baja, baja komposit, dan PCI girder
bentang 15-60 meter dengan menggunakan metode Artificial Neural Network
(ANN). Data diperoleh dari perencanaan jembatan dari Perencanaan dan Pengawasan
Jalan Nasional (P2JN) Bina Marga dan fabrikator jembatan lalu dianalisis ulang
menggunakan Open Application Programming Interface (OAPI) SAP2000 agar
mempersingkat waktu analisis. Data hasil re-analysis tersebut digunakan
sebagai dasar training ANN, yang kemudian dapat digunakan sebagai
optimasi jembatan. Hasil optimasi berupa volume dan berat optimum jembatan tiap
bentang. Hasil optimasi tersebut belum cukup untuk menentukan tipe jembatan
yang terbaik karena belum mempertimbangkan biaya konstruksi, biaya
pemeliharaan, aksesibilitas lokasi, metode konstruksi, serta kondisi
lingkungan, sehingga dilakukan juga metode Analytical Hierarchy Process
(AHP) untuk membantu pemilihan tipe jembatan terbaik. Data untuk analisis AHP
didapatkan dari preferensi para ahli jembatan terkait pembangunan jembatan
berdasarkan faktor ekonomi, faktor teknis, dan faktor lingkungan. Hasil dari
optimasi metode ANN dan pemilihan tipe jembatan metode AHP digabung sehingga
menghasilkan tipe jembatan yang terbaik berdasarkan lokasi serta optimum dari
segi volume atau berat.
Hasil optimasi pada penelitian ini, jika dibandingkan dengan penelitian
lain, menunjukkan bahwa jembatan hasil penelitian ini lebih efisien pada
jembatan rangka baja sebesar 5,60%, jembatan baja komposit sebesar 13,94%, dan
jembatan PCI girder sebesar 4,62%. Perbandingan dengan jembatan
eksisting juga memperkuat hasil ini, dengan jembatan hasil penelitian ini
memiliki efisiensi yang lebih tinggi untuk jembatan rangka baja sebesar 7,66%,
jembatan baja komposit sebesar 34,85%, dan jembatan PCI girder sebesar 9,62%.
Dari metode AHP didapatkan nilai bobot untuk masing masing kriteria, bobot
faktor ekonomi sebesar 0,150, faktor teknis sebesar 0,697, dan faktor
lingkungan sebesar 0,154. Hasil penelitian ini berupa perangkat lunak sehingga
dapat digunakan untuk keperluan praktis di lapangan dan dapat digunakan oleh
perencana jembatan sebagai acuan desain awal. Hasil optimasi jembatan untuk
tiga tipe jembatan pada penelitian ini menunjukkan bahwa dimensi hasil
penelitian ini lebih ekonomis dibandingkan yang lain. Hasil metode gabungan
telah divalidasi dengan membandingkan hasil penelitian dengan jembatan
eksisting, hasil penelitian menghasilkan tipe jembatan yang lebih cocok untuk
kondisi lingkungan tertentu dan lebih efisien dari segi harga.
The standard bridge population in Indonesia is
around 96%. Bridges with steel truss, steel composite, and prestressed concrete
girders have a population of approximately 35% of the standard bridge
population.
In this research, bridge optimization was carried
out for steel truss, composite steel and PCI girder bridges spanning 15 up to 60
meters using the Artificial Neural Network (ANN) method. Data obtained from
P2JN Bina Marga and bridge fabricators was then reanalyzed using the OAPI
SAP2000 application to shorten analysis time. The data resulting from the
re-analysis is used as a model for ANN training, which then be used for bridge
optimization. The optimization results are the optimum volume and weight of the
bridge for each span. The results of this optimization are not enough to
determine the best bridge because it does not take into account construction
costs, maintenance costs, location accessibility, construction methods, and
environmental conditions, so the Analytical Hierarchy Process (AHP) method is
also used to assist the best bridge type selection. Data for AHP analysis was
obtained from bridge experts' preferences regarding bridge construction based
on economic, technical, and environmental factors. The results of the ANN
method optimization and AHP method bridge type selection are combined to
produce the best bridge type based on location and optimum volume or weight.
The
optimization results for three types of bridges have been compared with other
research with more efficient research
results with a difference between steel truss bridges of 5.60%, steel composite
bridges of 13.94%, and PCI girder bridges of 4.62%. Meanwhile, the comparison
results with existing bridges prove that the research results are more efficient
for steel truss bridges at 7.66%, composite steel bridges at 34.85%, and PCI girder
bridges at 9.62%. From the AHP method, the weight value for each criterion is
obtained, the weight of economic factors is 0.150, technical factors are 0.697,
and environmental factors are 0.154. The results of this research are in the
form of software so that they can be used for practical purposes in the field
and by bridge planners as an initial design reference. The bridge optimization
results for the three types of bridges in this research show that the
dimensions of this research are more economical than the others. The results of
the combined method have been validated by comparing the research results with
existing bridges. The research results produce a bridge type that is more
suitable for environmental conditions and more efficient in terms of price.
Kata Kunci : optimasi jembatan, artificial neural network, pemilihan tipe jembatan, analytical hierarchy process, jembatan standar.