Tingkat bahaya erosi tanah DAS Sitelogo kecamatan Kajoran kabupten Magelang Jawa Tengah
Erni Susanti, Drs. Tukidal Yunianto, M.Sc.
2000 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini dilakukan di daerah aliran sungai Sitelogo yang secara administrasi termasuk ke dalam Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan besarnya laju kehilangan tanah, tingkat bahaya erosi dan persebarannya serta penentuan arahan konservasi tanah yang sebaiknya dilakukan di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu pemerolehan data dengan cara pengamatan, pengukuran dan pencatatan terhadap fenomena yang diselidiki. Pendekatan yang digunakan adalah bentang lahan dengan satuan lahan sebagai satuan pemetaan. Peta satuan lahan di peroleh dari tumpang susun peta lereng, peta tanah dan peta vegetasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling. Tingkat bahaya erosi tanah ditentukan berdasarkan laju kehilangan tanah yang dikombinasikan dengan kedalaman tanah, klasifikasi tingkat bahaya erosi tanah menggunakan klasifikasi dari Departemen Kehutanan (1986-a), sedangkan arahan konservasi tanah ditentukan berdasarkan tingkat bahaya erosi tanah dan faktor yang paling berpengaruh terhadap besarnya laju kehilangan tanah di daerah penelitian. Hasil penelitian diketahui bahwa persebaran tingkat bahaya erosi sangat ringan seluas 2,26ha atau 2,80%, tingkat bahaya erosi ringan seluas 18,12ha atau 22,41%, tingkat bahaya erosi sedang seluas 51,47ha atau 63,70%, tingkat bahaya erosi berat seluas 5,39ha atau 6,70%, tingkat bahaya erosi sangat berat seluas 3,55ha atau 4,4% dari seluruh luas daerah penelitian. Faktor yang paling berpengaruh terhadap bervariasinya tingkat bahaya erosi di daerah penelitian adalah faktor pengelolaan tanaman (C), terutama tinggi tajuk dari permukaan tanah. Hasil penelitian menujukkan bahwa tingkat bahaya erosi di daerah penelitian pada umumnya dalam tingkat yang sedang, akan tetapi perlu diwaspadai karena dengan adanya perubahan bentuk penggunaan lahan yang tidak memperhatikan konservasi tanah akan mengakibatkan tingkat bahaya erosi menjadi lebih berat. Perlakuan konservasi tanah yang lebih baik perlu dilakukan di daerah penelitian untuk menekan laju kehilangan tanah menjadi lebih rendah dan tingkat bahaya erosi menjadi lebih ringan. Daerah yang perlu penanganan konservasi tanah seluas 42,45 ha atau 52,57% dari seluruh luas daerah penelitian. Konservasi tanah yang cocok untuk diterapkan di daerah penelitian adalah secara vegetatif yang terutama dengan penenaman penutup tanah yang rendah..
This research was carried out in Sitelogo River Basin, Kajoran Subdistrict, Magelang District, Central Java.Aims of the study was to difine the soil erosion hazard levels and their distribution as well as to difine the suitable soil conservation encomanagement in the research area. The methode used in this research was survei methode, that is to achieve data by mean of measuring, observation and registrationof data observed. Landscape approach was used in this research by using land unit as a mapping unit. Land mapping unit achieved from overlay by slope map, soil map and vegetation map. Sample taked operated with Stratified random sampling methode. Act of determining soil erosion hazard levels based on soil losses was combinated with soil depth, classification of soil erosion hazard levels by Department of Forestry classification (1986-a), while adirective of soil conservation determinide be based level of soil erosion hazard and dominant factor soil losses in the research area. Result show that research area distribution into five soil erosion hazard levels : very low level with 2,26 ha or 2,8%, lower level with 36,08 ha or 44,63%, midle level with 28,01 ha or 34,37%, heavy level with 10,89 ha or 13,46%, and very heavy Ievel with 3,55 ha or 4,4% from all research area. Dominan factor of the soil losses in the research area is a crop as specialy high of canopy. In fact, known soil erosion hazard levels in the research area is heavy level, in generaly, it is necesserely to be watchfull because the changed land use without any soil conservation concern be came it will cause soil erosion hazard very heavy. Management of soil conservation the better one it neceserely to be with in the research area to pressed soil losses and soil erosion hazard levels to be lower. Zone that necesserely to be managerial soil conservation as wide 42,45 ha or 52,57% from all research area. Soil consevation to be applied in the research area is vegetatif method here with cultivate lower soil cover
Kata Kunci : Erosi tanah,Kajoran,Magelang,Jawa Tengah