Efektivitas pemanfaatan dan ketersediaan fasilitas pelayanan pendidikan jenjang menengah di kota Pekanbaru Riau
Erlis Saputra, Drs. Irfan Yahya, M.S.; Drs. H.B.S. Eko Prakoso, M.SP.
2004 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPermasalahan pemanfaatan dan ketersediaan fasilitas pelayanan muncul karena tidak meratanya distribusi antara fasilitas yang dibutuhkan dengan yang tersedia. Pembangunan pusat pelayanan pendidikan yang lebih banyak berkonsentrasi pada pusat perkotaan akan mengakibatkan terjadinya ketimpangan distribusi antara daerah perkotaan dengan daerah pinggiran. Mengacu pada hal di atas, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk : (1) Mengetahui keseimbangan ketersediaan distribusi fasilitas pelayanan pendidikan jenjang menengah dengan jumlah penduduk pada tiap kecamatan di Kota Pekanbaru, (2) Mengetahui pengaruh jumlah penduduk terhadap jumlah fasilitas pelayanan pendidikan jenjang menengah yang harus disediakan di Kota Pekanbaru, (3) Mengetahui pengaruh pendapatan dan pendidikan rata-rata penduduk tiap kecamatan terhadap efektifitas pemanfaatan fasilitas pelayanan pendidikan jenjang menengah di Kota Pekanbaru, dan (4) Mengetahui pengaruh aksesibilitas terhadap efektifitas pemanfaatan fasilitas pelayanan pendidikan jenjang menengah di Kota Pekanbaru. Metode yang di.gunakan dalam penelitian ini adalah analisis data sekunder dengan daerah penelitian Kota Pekanbaru Propinsi Riau. Variabel yang digunakan adalah variabel pengaruh, terpengaruh, dan variabel antara yaitu kebijakan pemerintah daerah tentang pendidikan jenjang menengah. Data-data yang dikumpulkan merupakan data sekunder dari instansi-instansi terkait. Analisa data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Analisa kuantitatif digunakan untuk penghitungan daya layan dan uji korelasi Pearson Product Moment, sedangkan analisa kualitatif digunakan untuk mengetahui perilaku keruangan pengguna potensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Jumlah dan distribusi fasilitas pelayanan pendidikan jenjang menengah di Kota Pekanbaru belum berimbang dan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, (2) Besar kecilnya jumlah pengguna potensial berkorelasi positif dengan jumlah fasilitas pelayanan pendidikan jenjang menengah yang harus disediakan, (3) Tingkat pendapatan dan pendidikan penduduk di suatu wilayah tidak berpengaruh pada efektifitas pemanfaatan fasilitas pelayanan pendidikan jenjang menengah di Kota Pekanbaru, dan (4) Tingkat aksesibilitas wilayah tidak berpengaruh pada efektifitas pemanfaatan fasilitas pelayanan pendidikan jenjang menengah di Kota Pekanbaru. Penelitian ini merekomendasikan pada Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menambah jumlah fasilitas pelayanan pendidikan jenjang menengah sesuai dengan kebutuhan tiap kecamatan dan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut agar efektif dengan pertimbangan Rencana Umum Tata Ruang Kota Pekanbaru, arah perkembangan fisik dan sosial kekotaan, serta berwawasan lingkungan, dengan arah pengembangan ke daerah periphery, terutama Kecamatan Tampan dan Kecamatan Bukit Raya.
The problems of the use and ability of public service facility appear when the unevenness distribution of available and needed facility happened. The education service center development that concentrated in the center of urban will cause unevenness distribution of development between urban area and periphery. Based on those problems, the writer conducts a research which purposes are 1) to know the balance of Senior High School distribution availability with the number of citizen in each sub district in the city of Pekanbaru, 2) to know the influence of the number of citizen toward number of public education service that must be prepared, 3) to know the influence of citizens average income and education in each sub district to the effective use of Senior High School public education service facility in the city of Pekanbaru, 4) to know the influence of accessibility to the effective use of Senior High School public service facility in the city of Pekanbaru. This research uses secondary data analysis method, with the place of research in the city of Pekanbaru, Province of Riau. The variables are independent variable, dependent variable, and the policy of urban government about Senior High School. Secondary data are collected from interrelated instances. Data analyzing is done with qualitative and quantitative. Quantitative analyzing is used to count the function of availability and Pearson Product Moment correlation test, while the qualitative analyzing is used to know the spatial behavior of potential user. The result of this research shows that : 1) the number and education public service facility of Senior High School is not balance yet and suitable with public needs, 2) the number of potential users are positive correlated with the number of public education service facility that must be prepared, 3) the level of citizen income and education in the region does not influence to the effective use of Senior High School public education service facility, 4) the level of region accessibility does not influence to the effective use of Senior High School public education service. This research recommends to increase the number of Senior High School education public service facility which appropriate with sub district needs and optimize the use of the facility based on "Rencana Umum Tata Ruang Kota Pekanbaru", to consider the urban growth in physical and social, and the environment concept, with the growth of direction to the periphery area, especially Tampan and Bukit Raya sub district.
Kata Kunci : Pelayanan pendidikan,fasilitas pelayanan,Pekanbaru,Riau