Laporkan Masalah

Konsep pengembangan sistem telekomunikasi daerah pedesaan

MUSTARI, Prof. Adhi Susanto, MSc.,PhD

2004 | Tesis | S2 Teknik Elektro

Tuntutan terhadap tersedianya jasa telekomunikasi, beriringan dengan pertumbuhan perbaikan ekonomi masyarakat. Penelitian ITU (International Telecommunication Union) menyatakan bahwa setiap kenaikan 1% teledensitas akan memacu kenaikan PDRB suatu daerah sebesar 3%. Pemerataan akses informasi bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia diharapkan mampu meningkatkan tingkat teledensitas (penetrasi telepon perkapita) di Indonesia yang masih berada dibawah angka 3,3% (Quarterly report PT Telkom Tbk 2001). Indonesia sebagai negara kepulauan dengan penyebaran penduduk yang tidak merata yang sebahagian besar penduduk berdomisili di daerah pedesaan tetap diharapkan mampu meningkatkan akses informasi bagi seluruh rakyatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sebuah konsep pengembangan sistem telekomunikasi untuk daerah pedesaan dengan melakukan kajian studi kelayakan dan analisis kebutuhan telekomunikasi Desa Buntu Barana. Penelitan ini menggunakan analisis deskriptif untuk mengkaji kebutuhan masyarakat terhadap sarana telekomunikasi pedesaan. Hasil dari kajian yang dilakukan memperlihatkan bahwa tingkat kebutuhan masyarakat Desa Buntu Barana terhadap sarana telekomunikasi cukup tinggi dan dapat dipenuhi dengan mengembangkan sistem telekomunikasi pedesaan yang dilakukan dengan menggunakan satelit VSAT atau kartu Pasti sebagai terminal interkoneksi yang dibagi oleh PABX untuk digunakan secara bersama-sama.

The demand for telecommunication services in a country is proportional to the economicalimprovement of it is citizens. ITU research confirmed that every 1% growth in teledensity will increase the PDRB by 3%. Distribution of information access to all level of community is expected to increase the teledensity which is currently under 3,3% (Quarterly report, PT Telkom Tbk 2001). As an archipelago Indonesia has scattered community concentrations, and most of the people live in the rural area. However, it is expected that this situation will not cause problem in the expansion of the telecommunication system. This research was intended to formulate a concept for communication system development in rural areas/nonurban areas by feasibility study and analyse the blocked countryside telecomunications requirement Buntu Barana rural. This research used descriptive analysis to resourch the society requirement of telecomunication The results of this study show that a requirement level of Buntu Barana rural to telecomunications is high enough and earn chocka block develop the rural telecomunications system by using satelite of sure VSAT card or as conections terminal devided by PABX to be used by together.

Kata Kunci : Telekomunikasi, Pedesaan, Pengembangan Sistem, Rural telecommunication system, VSAT Antenna, PABX.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.