Laporkan Masalah

Pemberdayaan Masyarakat Anggota PKK Sebagai Kader Posyandu Dalam Melaksanakan Pelayanan Kesehatan di Posyandu Kelurahan Doplang, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah

Steffany Intan Kurniawati, Dr. Silverius Djuni Prihatin, M.Si.

2024 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Penelitian ini membahas mengenai kader posyandu yang merupakan hasil dari program pemberdayaan masyarakat terhadap anggota PKK. Peran kader posyandu ini benar-benar sangat disorot ketika masa pandemi covid-19 karena mereka dibutuhkan sebagai tenaga bantuan bagi petugas kesehatan. Penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan penelitian yaitu bagaimana proses pemberdayaan kader posyandu yang berperan untuk memberikan tenaga bantuan bagi tenaga kesehatan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan. Dalam menganalisis permasalahan, penelitian ini menggunakan konsep tahapan pemberdayaan yang dikemukakan oleh Soetomo (2009) dan teori ACTORS dalam pemberdayaan masyarakat yang memiliki kerangka kerja authority (wewenang), confidence and competence (kepercayaan diri dan kemampuan), trust (kepercayaan), opportunities (kesempatan), responsibilities (tanggung jawab), dan support (dukungan). Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif melalui pendekatan studi kasus yang bertujuan agar lebih mengetahui latar belakang dari peristiwa atau kondisi dari masyarakat yang menjadi objek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain dengan observasi, wawancara, dan studi pustaka yang melibatkan 15 orang informan yang dibagi menjadi empat unsur yaitu pemerintah, tim pelaksana pemberdayaan (kader posyandu), tenaga kesehatan, dan masyarakat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses pemberdayaan masyarakat sebagai kader posyandu sudah sesuai dengan konsep tahapan pemberdayaan oleh Soetomo (2009) yaitu dengan penyadaran, pendayaan dan pengembangan kapasitas serta sesuai dengan kerangka kerja dalam teori ACTORS yaitu terkait dengan keenam kerangka input pemberdayaan masyarakat. Sehingga hasil proses pemberdayaan yang didapat antara lain self-respect (pengakuan diri), self-confident (percaya diri), dan self-reliance (kemandirian) dari para kader. Akan tetapi kepercayaan dari masyarakat yang diberikan kepada kader posyandu masih belum sepenuhnya diberikan dengan alasan latar belakang kader yang beragam, kemudian kesempatan yang masih belum dimanfaatkan secara maksimal, serta dukungan dari beberapa pihak yang memang belum sepenuhnya diberikan kepada kader posyandu. Sehingga kinerja dari kader posyandu yang dinilai masih belum maksimal tersebut dapat diperbaiki dengan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat melalui upaya peningkatan kapasitas dari individual kader yaitu dengan menambah ilmu dan kemampuan kader pada bidang kesehatan.

This research discusses Integrated Healthcare Center cadres which are the result of a community empowerment program for Family Welfare Empowerment members. The role of Integrated Healthcare Center cadres was really highlighted during the Covid-19 pandemic because they were needed as assistance workers for health workers. This research seeks to answer the research question, that how is the process of empowering Integrated Healthcare Center cadres whose role is to provide assistance to health workers in implementing health services. In analyzing the problem, this research uses the concept of empowerment stages proposed by Soetomo (2009) and the ACTORS theory in community empowerment which has a framework of authority, confidence and competence, trust, opportunities, responsibilities, and support. The research method used is qualitative through a case study approach which aims to better understand the background of events or conditions in the community as the object of research. Data collection techniques used in this research included observation, interviews and literature studies involving 15 informants who were divided into four elements, there are the government, the empowerment implementation team (Integrated Healthcare Center cadres), health workers and the community. The results of this research show that the process of empowering the community as Integrated Healthcare Center cadres is in accordance with the concept of empowerment stages by Soetomo (2009), which are awareness, empowerment and capacity development and is in accordance with the framework in ACTORS theory, that related to the six input frameworks for community empowerment. So that the results of the empowerment process obtained include self-respect (self-recognition), self-confidence, and self-reliance (independence) from the cadres. However, the public's trust given to Integrated Healthcare Center cadres is still not fully given due to the diverse backgrounds of the cadres, opportunities that have not been utilized optimally, as well as support from several parties that has not been fully given to Integrated Healthcare Center cadres. So that the performance of Integrated Healthcare Center cadres which is considered to be still not optimal can be improved by gaining the trust of the community through efforts to increase the capacity of individual cadres, by increasing the knowledge and abilities of cadres in the health sector.

Kata Kunci : Kader Posyandu, Pemberdayaan Masyarakat, public trust

  1. S1-2024-440179-abstract.pdf  
  2. S1-2024-440179-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-440179-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-440179-title.pdf