Analisis Tingkat Pengetahuan dan Kebutuhan Informasi Pasien Hipertensi di Puskesmas Yogyakarta Bagian Utara
Victorius Kristiono, Dr. apt. Chairun Wiedyaningsih M.App.Sc, M.Kes. ; Dr. apt. Nanang Munif Yasin, S.Si., M.Pharm
2024 | Skripsi | FARMASI
Hipertensi
merupakan penyakit kronis dengan tingkat prevalensi yang tinggi di Indonesia.
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi penyakit lain
sehingga perlu dilakukan pengendalian hipertensi. Pengetahuan pasien merupakan
aspek penting dalam pengendalian penyakit hipertensi. Kebutuhan informasi
pasien juga dibutuhkan pasien untuk mendukung pengelolaan penyakit hipertensi.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat pengetahuan dan kebutuhan
informasi di Kota Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan rancangan
penelitian cross sectional. Subjek
dalam penelitian ini merupakan pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi
dan eksklusi yang ditetapkan, dengan pengambilan sampel secara accidental sampling. Penelitian akan
dilakukan di Puskesmas Kota Yogyakarta Bagian Utara pada bulan Januari 2024
sampai Mei 2024. Tingkat pengetahuan pasien diukur dengan menggunakan instrumen
Hypertension Knowledge Level Scale
(HK-LS) dan informasi yang dibutuhkan pasien dinilai dari hasil pengisian
kuesioner kebutuhan informasi. Data yang didapat dianalisis secara deskriptif
analitik menggunakan software SPSS
dan disajikan dalam bentuk tabel persentase.
Hasil penelitian pada 104 pasien
menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien hipertensi di Puskesmas Kota
Yogyakarta Bagian Utara mempunyai tingkat pengetahuan sedang (11%) dan
pengetahuan tinggi (89%). Hasil uji analisis chi-square menunjukkan
adanya hubungan karakteristik pasien dengan tingkat pengetahuan, yaitu tingkat
pendidikan (p=0,014). Urutan skala prioritas kebutuhan informasi pasien
hipertensi berdasarkan domain dari yang paling dibutuhkan hingga yang kurang
dibutuhkan adalah domain pengobatan, gaya hidup, kepatuhan, penyakit, diet, dan
komplikasi. Pasien hipertensi dengan kebutuhan informasi penyakit, pengobatan,
kepatuhan, gaya hidup, diet, dan komplikasi mempunyai kecenderungan tingkat
pengetahuan yang tinggi.
Hypertension is a chronic disease with a high prevalence rate in
Indonesia. Uncontrolled hypertension can cause complications from other
diseases, so it is necessary to control hypertension. Patient knowledge is an
important aspect in controlling hypertension. Patient information needs are
also needed by patients to support the management of hypertension. This
research aims to see the level of knowledge and information needs in the city
of Yogyakarta.
This research uses a cross sectional research design. The subjects in
this study were hypertensive patients who met the specified inclusion and
exclusion criteria, using accidental sampling. The research will be conducted
at the North Yogyakarta City Health Center from January 2024 to May 2024. The
patient's level of knowledge is measured using the Hypertension Knowledge Level
Scale (HK-LS) instrument and the information needed by the patient is assessed
from the results of filling out the information needs questionnaire. The data
obtained was analyzed descriptively analytically using SPSS software and
presented in the form of a percentage table.
The results of research on 104 patients showed that the level of
knowledge of hypertensive patients at the North Yogyakarta City Health Center
had a medium level of knowledge (11%) and high knowledge (89%). The results of
the chi-square analysis test showed that there was a relationship between
patient characteristics and the level of knowledge, namely the level of
education (p=0.014). The order of priority scale for the information needs of
hypertensive patients based on domains from most needed to least needed are the
domains of treatment, lifestyle, compliance, disease, diet and complications.
Hypertensive patients with information needs on disease, treatment, compliance,
lifestyle, diet and complications tend to have a high level of knowledge.
Kata Kunci : hipertensi, pengetahuan, kebutuhan informasi, HK-LS, puskesmas