Efektifitas sistem drainasi pasang surut Kota Pontianak Propinsi Kalimantan Barat
WUYSANG, Jane Elisabeth, Ir. Djoko Luknanto, MSc.,Ph.D
2004 | Tesis | S2 Teknik SipilKota Pontianak bagian selatan terletak pada dataran rendah dan dipengaruhi oleh pasang surut. Data curah hujan tertinggi dalam kurun waktu 1956 - 1999 pada Stasiun Supadio adalah 341 mm. Data pengukuran pasang surut dengan kurun waktu 1988-1992 di Stasiun Jungkat menyebutkan bahwa pasang tertinggi berada pada elevasi +1.437m dan surut terendah –0,263m, dan data pengukuran langsung yang dilakukan PT. Barunadri Engineering Consultant pada 31 Agustus 1993 sampai dengan 2 September 1993 menyebutkan bahwa pasang tertinggi berada pada elevasi +0,213m dan surut terendah -1,145m, sedangkan elevasi tebing saluran/sungai berkisar antara -0,224m sampai +1,959m. Dari kondisi ini maka bila saat hujan dengan intensitas tinggi di musim hujan yang terjadi bersamaan dengan periode pasang maksimum akan menyebabkan genangan pada sebagian besar Kota Pontianak bagian selatan. Untuk mengetahui kemampuan saluran dalam membuang kelebihan air hujan bila terjadi pasang maksimum dan hujan dengan intensitas tinggi maka dilakukan penelitian dengan menggunakan simulasi. Simulasi untuk menghitung tinggi muka air, debit dan kecepatan aliran menggunakan model matematika aliran tidak permanen satu dimensi Duflow dengan 2 alternatif perhitungan. Kondisi batas pada Alternatif 1 adalah pasang surut rancangan maksimum dan hujan rancangan dengan kala ulang 5 tahun sedangkan untuk Alternatif 2 adalah pasang surut pengukuran yang dilakukan oleh PT. Barunadri Engineering Consultant dan hujan rancangan dengan kala ulang 5 tahun. Hasil penelitian efektifitas ini dengan indikator tinggi air diatas elevasi tebing, durasi limpasan, luasan limpasan dan frekuensi terjadinya limpasan pertahun menunjukkan bahwa pada Alternatif 1 saluran yang cukup efektif adalah Sungai Landak dan saluran yang kurang efektif yaitu Parit Sungai Jawi. Sedangkan pada Alternatif 2 saluran yang cukup efektif adalah Parit Besar dan saluran yang kurang efektif yaitu Parit Sungai Jawi. Hasil-hasil yang cukup mencolok dari kedua alternatif simulasi disebabkan oleh data pasang surut yang cukup besar perbedaannya. Untuk itu diperlukan pengkajian ulang terhadap data-data yang digunakan pada penelitian ini.
Southern part of Pontianak is situated on lowland area and affected by tidal flow. The highest rainfall data in period of 1956-1999 recorded by Supadio Station is 341 mm. The tidal flow measurement data within 1988-1992 at the Jungkat Station recorded that the highest and lowest tidal elevation were +1,437m and –0,263m. Direct measurement taken by PT. Barunadri Engineering Consultant on August 31 to September 2, 1993 recorded that the highest tidal elevation was +0,213m and the lowest was –1,145m, with riverbank elevation between –0,224m to +1,959m. Based on these conditions, the same occurrence of high intensity rainfall dan maximum tidal period will cause inundation at most southern areas of Pontianak. To identify channel ability in discharging excessive water during the maximum tidal and high intensity rainfall, a simulation is required. The 1-D Duflow unsteady simulation is used for calculating water surface elevation, river discharge and flow velocity with two design boundaries. The boundary condition of Alternative 1 is the maximum design tidal elevation and design rainfall with 5 years return period. As for Alternative 2, the measured tidal data was from PT. Barunadri Consultant Engineering and design rainfall with 5 years return period. Using the water surface elevation and riverbank elevation, duration, areas and frequency of inundation were calculated. The result of the study show that Alternative 1 indicates Sungai Landak is quite a effective channel but Parit Sungai Jawi is less effective. Alternative 2 shows that Parit Besar is quite effective channel and Parit Sungai Jawi is less effective. Drastic result from both simulation are due to quite significant difference on the tidal elevation data. Therefore, a study using more appropriate data is required.
Kata Kunci : efektifitas, pasang surut, sistem drainasi, Duflow, effectifity, tidal, drainage system