Laporkan Masalah

Pengelolaan bencana banjir Sungai Cikalong di Cirebon

SETIADI, Eko, Dr.Ir. Istiarto, M.Eng

2004 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Bencana alam merupakan fenomena yang memerlukan perhatian berbagai pihak, yaitu sehubungan dengan usaha pencegahan (sebelum kejadian), penanganan (selama kejadian), maupun pengendalian (setelah kejadian) bencana. Semua kegiatan yang berkaitan dengan hal tersebut di atas dapat disebut sebagai kegiatan pengelolaan bencana alam. Pada tahun 1984 di Kota Cirebon Propinsi Jawa Barat, terjadi bencana banjir akibat melimpasnya aliran Sungai Cikalong yang berdampak kerugian pada penduduk di sekitarnya. Untuk mengantisipasi kemungkinan terulangnya bencana serupa memerlukan suatu kebijakan pengelolaan yang dapat mewakili keinginan berbagai pihak, yaitu masyarakat sebagai penerima manfaat kebijakan dan aparat pemerintah yang terkait dengan pengelolaan Sungai Cikalong serta pembangunan di Kota Cirebon sebagai pembuat kebijakan. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan alternatif pengelolaan terbaik sebagai suatu sistem pendukung keputusan dalam menyusun suatu kebijakan pengelolaan, sedangkan metode yang digunakan dalam analisis pemilihan alternatif pengelolaan bencana banjir adalah model AHP. Penelitian dimulai dengan mengidentifikasi masalah di DAS Cikalong, menyusun hirarki, melakukan perbandingan berpasangan berdasarkan data pendapat responden, menetapkan prioritas, melakukan uji konsistensi hirarki dan menetapkan urutan alternatif pengelolaan banjir. Kriteria aspek teknik, aspek sosial, aspek ekonomi dan aspek lingkungan digunakan untuk menilai 3 alternatif tindakan pengelolaan yang diusulkan yaitu penanggulan (alternatif I), normalisasi alur sungai (alternatif II) dan short cut (alternatif III). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria aspek sosial adalah kriteria terpenting yang harus dipertimbangkan dalam pengelolaan bencana banjir (bobot : 0,2900), selanjutnya diikuti oleh kriteria aspek teknik (bobot : 0,2554), aspek lingkungan (bobot : 0,2386), dan terakhir adalah kriteria aspek ekonomi (bobot : 0,2160). Alternatif pengelolaan terbaik untuk mewujudkan tujuan menanggulangi bencana banjir adalah alternatif II (bobot : 0,4651). Hal ini berarti tindakan pada alternatif ini memberikan pengaruh paling besar terhadap keberhasilan dalam usaha pengelolaan bencana banjir di daerah pengaliran Sungai Cikalong.

Natural disaster is a phenomenon which demands attention from many sides, which are related to the problems of how to prevent (before happening), to handle (while happening), and to control (post happening) disaster. All of the related activities above can be called as natural disaster management. In 1984 the flood disaster caused by Cikalong River overtopping happened in Cirebon, West Java Province. The flood made loss impact to residents who lived around Cikalong river. The management policy which represent many sides namely residents as policy user, the institusion related to both Cikalong River management and Cirebon Town development as policy maker is necessary to anticipate the occurrence of simillar disaster An analysis which is done in this study is to gain the best management alternative trough a decision support system in arranging the management policy. The method which is used to analyze the selection of flood disaster management policy alternative is AHP model. The study begin with identification of problems in Cikalong river basin, built up decision hierarchy, pairwise comparison base on judgement data, setting priorities, hierarchy consistency test and determine the rank of flood management alternatives. The proposed 3 management action alternatives, are flood dike (alternative I), normalisation of river (alternative II) and short cut (alternative III) evaluated by criteria of technical aspect, social aspect, economical aspect and environmental aspect. The result of this study shows that the social aspect criteria is the most important point that should be considered in flood disaster management (value : 0.2900) , and followed by the technical aspect (value : 0.2554), environmental aspect (value : 0.2386), and economical aspect (value : 0.2160). The best management alternative to get the goal in flood countermeasures is alternative 1I (value : 0.4651). This means that the actions on this alternative gives the biggest influence on the success of flood disaster management at Cikalong river basin.

Kata Kunci : Bencana Alam,Pengelolaan Banjir,Natural disaster management, flood, decision support system


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.