Komunikasi Organisasi dalam Kebijakan Cuti Menstruasi (Studi Kasus pada PT Pertamina Patra Niaga RJBT)
NADHIRA PARAMARTA, Dr. Ambar Widaningrum, M.A.
2024 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Kebijakan cuti menstruasi kerap memunculkan isu-isu baru dibaliknya. Analisis komunikasi organisasi hadir sebagai salah satu langkah untuk menganalisa isu-isu tersebut. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi organisasi dalam kaitannya kebijakan cuti menstruasi di PT Pertamina Patra Niaga RJBT. Penelitian ini melibatkan Unit Human Capital sebagai komunikator kebijakan dan pekerja organik perempuan sebagai penerima pesan kebijakan. Melalui model komunikasi Shannon-Weaver yang terdiri dari information source (sumber informasi), transmitter (pengirim pesan), channel (media), receiver (penerima pesan), destination (pengolahan pesan), dan noise (gangguan) membantu memetakan alur komunikasi dengan menggunakan komponen-komponen yang ada di dalamnya. Hasil dari penelitian ini menggambarkan linearitas alur komunikasi organisasi yang terjalin. Kehadiran komponen noise atau gangguan dalam penelitian ini mengungkap terjadinya semantic noise yaitu gangguan pemahaman isi pesan dan psychological noise yaitu gangguan yang berasal dari kondisi psikologis penerima pesan dalam proses komunikasi kebijakan cuti menstruasi.
Menstrual leave policies often bring up new issues behind them. Organizational communication analysis serves as one step to analyse these issues. This qualitative research with a case study approach aims to find out how the process of organizational communication concerning the menstrual leave policy at PT Pertamina Patra Niaga RJBT. This study involves the Human Capital Unit as the policy communicator and organic female workers as the recipients of the policy message. Using the Shannon-Weaver communication model, which consists of an information source, transmitter, channel, receiver, destination, and noise, helps map the communication flow using the components within it. The results of this study illustrate the linearity of the established organizational communication flow. The presence of noise components in this study reveals the occurrence of semantic noise, which is a disturbance in understanding the message content, and psychological noise, which is a disturbance originating from the psychological condition of the message recipients in the process of communicating the menstrual leave policy.
Kata Kunci : Komunikasi Organisasi, Kebijakan Cuti Menstruasi, Pekerja Perempuan