Laporkan Masalah

Optimasi pengoperasian Embung Banyudono di Kabupaten Magetan Propinsi Jawa Timur

PRABOWO, Sasongko Hari, Ir. Adam Pamudji Rahardjo, MSc.,Ph.D

2004 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Embung Banyudono dibangun dengan tujuan untuk keperluan irigasi terutama untuk kebutuhan musim kemarau. Kapasitas tampungan embung Banyudono yang kecil dan penggunaan pompa dalam mensuplai kebutuhan irigasi menyebabkan dalam memenuhi kebutuhan irigasi terbatas. Keterbatasan dalam kapasitas dan release serta pengoperasian embung Banyudono yang selama ini belum tertata secara baik, menyebabkan potensi sumberdaya air yang ada belum termanfaatkan secara optimal Studi tentang optimasi pengoperasian embung Banyudono sangat diperlukan untuk memanfaatkan sumberdaya air embung Banyudono secara optimal. Penelitian optimasi pengoperasian embung Banyudono dengan metode model simulasi operasi embung. Metode simulasi operasi embung dipilih untuk mendapatkan keseimbangan ketersediaan dan kebutuhan air. Masukan dalam model simulasi adalah tampungan awal, debit inflow, kebutuhan air irigasi dan karakteristik embung. Simulasi dilakukan dengan beberapa alternatif dengan variasi pola tanam dan awal tanam. Hasil simulasi dari beberapa alternatif dibandingkan kemudian dipilih yang menghasilkan intensitas tanam yang paling besar. Alternatif pengoperasian embung yang paling optimal dipilih dari alternatif yang menghasilkan intensitas tanam terbesar. Keluaran dari model simulasi adalah variabel keputusan berupa luas lahan maksimum yang bisa ditanami tiap masa tanam. Hasil penelitian menunjukkan Intensitas tanam terbesar dengan pengoperasian yang stabil adalah sebesar 210,3 % dengan perincian luas tanam pada masa tanam 1 seluas 46,933 hektar, masa tanam 2 seluas 30,303 hektar dan masa tanam ke 3 seluas 70 hektar. Pola tanam optimal adalah padi-padi-palawija dengan jenis palawija jagung. Awal tanam optimal adalah Desember periode ke satu

Embung Banyudono was constructed for irrigation purpose, especially for supplying water during the dry season. Due to the small capacity of the storage and the use of pumps to supply irrigation demand, the reservoir capability is limited. Storage resource potency has not been utilized optimally because of Embung Banyudono limited capacity and release, as well as un-organized operation of the reservoir. A study of operating optimization of Embung Banyudono is required in order to optimally utilize water resource potency of the reservoir. This study uses simulation method of the reservoir operation. The method is used in order to obtain balance between water supply and demand. Inputs for this simulation are initial storage, inflow, irrigation water demand, and the reservoir characteristics. Simulation is taken using several alternatives with cultivation pattern and initiation. Results of the simulation from the alternatives are then compared to select the highest cultivation intensity. The most optimum reservoir operation alternative is chosen from the highest cultivation intensity of the alternatives. Output of the simulation model is the decision variable, which is the maximum field width to be planted in every cultivation period. Results of the study show that the highest cultivation intensity with a stable operation is 210.3%, with 46.933 ha field width for cultivation period I, 30.303 ha for cultivation period II, and 70 ha for cultivation period III. The optimum cultivation pattern is rice-rice-crop, using corn as the crop. Optimum cultivation initiation is December first period.

Kata Kunci : Irigasi,Optimasi Embung,optimization, simulation, reservoir


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.