Laporkan Masalah

The Influence of Sugar-Sweetened Beverage Taxation Knowledge on FEB UGM Students’ Batch 2020-2023 Sugar-Sweetened Beverage Future Consumption Intention

Bima Mahardika Widyadhana, Muhammad Akbar Fadzkurrahman Annahl, S.E., M.Sc.,

2024 | Skripsi | AKUNTANSI

Tingginya prevalensi obesitas dan tingginya asupan gula akibat konsumsi minuman manis pada masyarakat berusia 15 hingga 29 tahun meningkatkan kekhawatiran terkena penyakit tidak menular seperti diabetes tipe-2. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pajak minuman manis (SSB) terhadap persepsi konsumsi mahasiswa FEB UGM di masa depan ketika kebijakan mengenakan pajak SSB dijalankan dan memberikan saran kepada pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan untuk meningkatkan kemampuan pajak guna mendorong pilihan gaya hidup yang lebih sehat. . Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan Google Forms Questionnaire secara online kepada mahasiswa aktif Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada angkatan 2020, 2021, 2022, dan 2023. Proses pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan data dari 100 responden yang merupakan mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis. Pajak atas minuman yang dimaniskan dengan gula tidak serta merta menurunkan konsumsi minuman manis seperti halnya rokok, dimana pajak rokok yang lebih tinggi tidak menurunkan konsumsi rokok. Semakin tinggi tingkat tunjangan siswa dapat mempengaruhi positif konsumsi minuman manis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembuat kebijakan harus mempertimbangkan kompleksitas ini ketika merancang kebijakan pajak yang bertujuan untuk mengurangi konsumsi minuman manis

The high prevalence of obesity and high sugar intake from consuming sugar-sweetened beverages for people aged 15 to 29 years old raise the concern of getting non-communicable diseases like type-2 diabetes. This research aims to examine the impact of a sugar-sweetened beverage (SSB) tax on FEB UGM students' future consumption perception when the policy to tax SSB is executed and makes suggestions for stakeholders and policymakers to improve the tax's ability to encourage healthier lifestyle choices. This research was conducted by distributing the Google Forms Questionnaire online to active students of the Faculty of Economics and Business Universitas Gadjah Mada University from batch 2020, 2021, 2022, and 2023. The data collection process for this study was carried out by utilizing data from 100 respondents who were students of the faculty of economics and business. The tax on sugar-sweetened beverages does not necessarily lower the consumption of sugary drinks same as the case of cigarettes which a higher cigarette tax does not lower the consumption of cigarettes. The higher the level of students’ allowance may influence a positive consumption of sugar-sweetened beverages. The research findings suggest that policymakers should consider these complexities when designing tax policies aimed at reducing sugary drink consumption

Kata Kunci : Sugar, Obesity, Sugar Excise, Student Allowance, Consumption Intention, Policy

  1. S1-2024-454397-abstract.pdf  
  2. S1-2024-454397-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-454397-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-454397-title.pdf