Laporkan Masalah

Kontribusi Ekowisata Kawasan Hutan Lindung Terhadap Pendapatan Masyarakat Di Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

ELSA AYUDYAH PERMATASARI, Dr. Ir. Silvi Nur Oktalina, S.Hut., M.Si.

2024 | Tugas Akhir | D4 PENGELOLAAN HUTAN

Ekowisata membuka peluang besar bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan penghasilan dan perekonomian. Desa Alamendah merupakan salah satu desa wisata yang berada di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Di Desa Alamendah terdapat 8 ekowisata yang dikelola oleh PT Palawi Risorsis dan masyarakat. PT Palawi Risorsis mengelola ekowisata Kawah Putih dan Rancaupas. Ekowisata lainnya yaitu Curug Bentang Pajajaran, Pinus Land Alamendah, Kopi Tua Cigadog, Emte Highland, dan Awana Resort dikelola oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang jenis pekerjaan yang tercipta dari kegiatan ekowisata dan kontribusi ekowisata hutan lindung terhadap pendapatan masyarakat Desa Alamendah. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Sasaran dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Alamendah yang terlibat dalam kegiatan ekowisata. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan proporsional simple random sampling. Total responden yang didapatkan sebanyak 123 orang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa dari 8 ekowisata di Desa Alamendah dapat menghasilkan 38 jenis pekerjaan. Perbedaan karakteristik pada masing-masing ekowisata di Desa Alamendah menyebabkan terciptanya berbagai macam jenis pekerjaan pada kegiatan ekowisata. Semakin banyak jenis pekerjaan yang tercipta maka semakin meningkatkan adanya peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar ekowisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekowisata di Desa Alamendah memberikan kontribusi pendapatan yang cukup besar bagi masyarakat yang terlibat dalam ekowisata di desa tersebut. Secara keseluruhan, rata-rata pekerjaan di ekowisata yang dikelola oleh PT Palawi Risorsis memberikan kontribusi pendapatan bagi masyarakat sebesar Rp 2.656.000 (82,65%) saat ekowisata sedang ramai dan saat sepi Rp 1.803.000 (75,65%). Rata-rata pekerjaan di ekowisata yang dikelola oleh masyarakat memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp 2.086.000 (80,01%) saat ramai dan saat sepi Rp 1.436.000 (76,82%).

Ecotourism has opportunities for local communities to increase their income and wealthfare. Alamendah Village is a tourist village in Bandung Regency, West Java. In Alamendah Village there are 8 ecotourism areas managed by PT Palawi Risorsis and the community. PT Palawi Risorsis manages Kawah Putih and Rancaupas ecotourism. Other ecotourism, namely Curug Bentang Pajajaran, Pinus Land Alamendah, Kopi Tua Cigadog, Emte Highland, and Awana Resort are managed by the community. This research aims to determine the types of job opportunities created by ecotourism activities and the contribution of protected forest ecotourism to the income of the people of Alamendah Village. Data collection was carried out using questionnaires and interviews. The target of this research is villager of Alamendah Village who are involved in ecotourism activities. Sampling in this research used purposive sampling and proportional simple random sampling techniques. The total number of respondents was 123 people. Based on the research conducted, it can be seen that 8 ecotourism in Alamendah Village can produce 38 types of jobs. The different characteristics of each ecotourist in Alamendah Village have led to the creation of various types of jobs in ecotourism activities. The more types of jobs that are created, the more employment opportunities there will be for communities around ecotourism. The research results show that ecotourism in Alamendah Village contributes quite a large income to the people involved in ecotourism in the village. Overall, the average job in ecotourism managed by PT Palawi Risorsis contributes income to the community of IDR 2,656,000 (82.65%) in a peak session and IDR 1,803,000 (75.65%) in a low session. On average, work in ecotourism managed by the community contributes income of IDR 2,086,000 (80.01%) in a peak session and IDR 1,436,000 (76.82%) in a low session.

Kata Kunci : Kontribusi, Ekowisata, Hutan Lindung, Pendapatan

  1. D4-2024-457027-abstract.pdf  
  2. D4-2024-457027-bibliography.pdf  
  3. D4-2024-457027-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2024-457027-title.pdf