Laporkan Masalah

Inklusivitas Pendidikan Disabilitas di Indonesia Ditinjau dari Konsep Kekuasaan Michel Foucault

CHALFI LAROZA VIRGININDYA SUTANTO, Fitri Alfariz, S.Fil., M.Phil ; Dr. Supartiningsih, S.S., M.Hum.

2024 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Permasalahan pendidikan inklusif terhadap disabilitas di Indonesia merupakan isu yang kompleks dan penting untuk ditelaah. Secara historis, kategori disabilitas sering kali tidak diakui dan bahkan dianggap sebagai degradasi moral hingga akhir abad kesembilan belas. Hal ini mengakibatkan individu dengan disabilitas menerima perlakuan yang diskriminatif dan segregatif. Dalam konteks modern, berdasarkan United Nations Convention on the Rights of Persons with Disabilities (UNCRPD), anak-anak dengan disabilitas memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas tanpa diskriminasi. Hal ini tentunya ikut diupayakan oleh seluruh negara di dunia termasuk Indonesia dengan memperkuat peraturan perundang-undangan dalam rangka mendukung implementasi UNCRPD, khususnya dalam kebijakan pendidikan inklusif di Indonesia.

Penelitian ini berupaya mengeksplorasi permasalah pendidikan inklusf terhadap disabilitas di Indonesia menggunakan pendekatan filsafat Michel Foucault untuk menganalisis kekuasaan dan pengetahuan dalam konteks memahami disabilitas dan pendidikan inklusif di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dalam penelitian ini adalah metode refleksi filosofis yang meliputi unsur-unsur metodis interpretasi, koherensi interen, holistika, deskriptif, dan refleksi kritis. Interpretasi dilakukan melalui pembacaan sumber dan data terkait status quo pendidikan disabilitas di Indonesia dan menginterpretasikan konsep kekuasaan Foucault dalam aspek-aspek institusional, struktural, dan diskursif.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah, pertama kebijakan pendidikan inklusif di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan seperti terminologi dan definisi disabilitas yang masih menggunakan pendekatan medis atau rehabilitatif, perbedaan interpretasi pendidikan inklusif oleh para eksekutor baik pada level pemerintah atau lembaga pelaksana pendidikan, hingga kurangnya keselarasan implementasi peraturan dan kebijakan pendidikan inklusif di tingkat pemerintah pusat dan daerah yang berimplikasi pada tidak optimalnya dukungan pendanaan dan pengadaan fasilitas dan aksesibilitas pendidikan. Kedua, Analisis menggunakan konsep kekuasaan Foucault menunjukkan bahwa pengetahuan tentang disabilitas sangat berpengaruh pada implementasi peraturan dan kebijakan pendidikan inklusif. Kekuasaan memengaruhi cara individu memahami dan berinteraksi dengan konsep disabilitas, sehingga tinjauan ulang terhadap disabilitas dan pendidikan inklusif penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang partisipatif dan humanis.

The issue of inclusive education for person with disabilities in Indonesia is complex and important to examine. Historically, disability was often unrecognized and even considered a moral degradation until the late nineteenth century. This resulted in individuals with disabilities receiving discriminatory and segregative treatment. In the modern context, based on the United Nations Convention on the Rights of Persons with Disabilities (UNCRPD), children with disabilities have the right to an inclusive and quality education without discrimination. This is certainly pursued by all countries in the world including Indonesia by strengthening legislation in order to support the implementation of UNCRPD, especially in inclusive education policies in Indonesia.

This research seeks to explore the issue of inclusive education for person with disabilities in Indonesia using Michel Foucault's philosophical approach to analyze power and knowledge in the context of understanding disability and inclusive education in Indonesia. The method used in this research is the philosophical reflection method which includes the methodical elements of interpretation, interen coherence, holistic, descriptive, and critical reflection. Interpretation is done through reading sources and data related to the status quo of disability education in Indonesia and interpreting Foucault's concept of power in institutional, structural, and discursive aspects.

The results obtained from this study are, first, inclusive education policies in Indonesia still face many challenges such as terminology and definitions of disability that still use a medical or rehabilitative approach, differences in interpretations of inclusive education by executors both at the government level or education implementing agencies, to the lack of harmony in the implementation of inclusive education regulations and policies at the central and local government levels which have implications for not optimal funding support and procurement of educational facilities and accessibility. Secondly, an analysis using Foucault's concept of power shows that knowledge about disabilities is very influential in the implementation of inclusive education regulations and policies. Power influences the way individuals understand and interact with the concept of disability, so a review of disability and inclusive education is important to create a participatory and humanist educational environment.

Kata Kunci : Kata Kunci: Pendidikan, Disabilitas, Inklusif, Pengetahuan, Kekuasaan.

  1. S1-2024-461353-abstract.pdf  
  2. S1-2024-461353-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-461353-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-461353-title.pdf