Laporkan Masalah

Pengaruh diameter lubang, jarak lubang dan posisi lubang fluidisasi dengan aliran permukaan pada metode fluidisasi

DHARMA, Budi, Prof.Ir. H. Nur Yuwono, Dip.,HE.,Ph.D

2004 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Permasalahan pendangkalan pada muara sungai dan alur pelayaran disebabkan sedimen yang menumpuk di muara sungai dan alur pelayaran. Proses dan pola sedimentasi dimuara sungai dan alur pelayaran dipengaruhi oleh sedimen dasar, arus dan hidrodinamika laut. Usaha stabilisasi yang biasa dilakukan adalah dengan pengerukan atau membuat bangunan sipil, yang membutuhkan biaya relatif mahal. Metode fluidisasi diharapkan dapat menjadi suatu alternatif yang ekonomis untuk mengatasi masalah pendangkalan di muara sungai dan alur pelayaran. Untuk mendukung harapan tersebut diperlukan suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh diameter lubang (df), jarak lubang (a) dan posisi lubang fluidisasi (α) terhadap efek fluidisasi. Penelilitian tersebut diatas dilakukan dengan uji model fisik di Laboratorium Hidrologi dan Hidrolika Pusat Studi Ilmu Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang dilakukan dengan tiga tahap yaitu penelitian dasar fluidisasi, penelitian pengaruh antar parameter dan studi kasus model muara Sambong. Penelitian dasar fluidisasi dengan variasi parameter : ketebalan sedimen (db), diameter tabung (D). Penelitian pengaruh antar parameter dengan variasi diameter lubang (df), jarak lubang (a), posisi lubang (α) dan ketebalan sedimen (db). Pada penelitian pada kasus muara Sambong digunakan skala 1:12 dengan pertimbangan pada ketelitian pengukuran serta keterbatasan alat, bahan dan ruangan. Dari pembahasan yang didapat dari penelitian dasar fluidisasi bahwa tinggi tekanan yang dibutuhkan untuk fluidisasi adalah kira-kira sama dengan tebal sedimen, keadaan ini berlaku untuk fluidisasi dalam tabung (Fluidisation Apparatus). Sedangkan untuk keperluan fluidisasi melalui lubang fluidisasi (keadaan nyata di lapangan) diperkirakan perlu tekanan sebesar 12 kali tebal sedimen. Penelitian pada kasus muara Sambong, fluidisasi bisa digunakan tergantung dari kapasitas dan head pompa serta aliran permukaan/arus yang merupakan pertimbangan utama dalam desain system fluidisasi, karena sedimen yang sudah tersuspensi akan melayang kalau tidak ada aliran /arus yang membawanya ke daerah yang berelevasi lebih rendah.

Problem on river mouth and navigation channel is caused by sediment accumulation on river mouth and navigation channel. Sedimentation pattern and process on river estuary and navigation channel an influenced by bed sediment, current and marine hydro dynamic. Remedial solution that is generally performed is relatively expensive. Fluidization method can be an economical alternative for overcoming the problem on river mouth and navigation channel. The goal of this research is to evaluate the influence of fluidization variables such as perforation diameter (df), perforation distance (a) and perforation position (α), on the fluidization system. The research with physical model test is carried out at Hydraulic and Hydrology Laboratory, Research Centre for Engineering Science Gadjah Mada University.Comprises three studies, there are:fluidization basic study, influence among parameters and case study on Sambong estuary. Basic research of fluidization is conducted using variation of sediment thickness (db), tube diameter (D). The effect among parameter is investigated by varying perforation diameter (df), perforation distance (a), perforation position (α) and sediment thickness (db). The case study on Sambong estuary was conducted using scale model of 1:12 . From basic research it can be concluded that pressure height needed for fluidization is approximately equal to the sediment thickness, in fluidization tube. But in real problem, where the pipe is laid horizontal under river bed mouth, the minimum pressure needed is as high as 12 times the sediment thickness. In the research river mouth of Sambong, fludization may be used depending on capacity and head of pump,and flow availeble that the main concideration in the design of fludisation system, because suspended sediment will be still in suspension if there is no current/flow cary the suspension to a lower level area.

Kata Kunci : Sedimen Muara Sungai,Fluidisasi, Fluidization, river mouth, navigation channel.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.