Peran Fasilitator Pendamping dalam Pemberdayaan Nasabah Pelaku UMKM Program Bestee PT Bank BTPN Syariah
KHAIRUNNISA DITA AULIA, Drs. Hendrie Adji Kusworo, M.Sc.,Ph.D
2024 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Lembaga perbankan yang hadir di Indonesia telah membantu pelaku usaha untuk menjangkau akses permodalan mandiri dari lembaga swasta. Salah satu lembaga perbankan, PT BTPN Syariah menerapkan sistem pembiayaan syariah yang inklusif bagi pelaku UMKM dibarengi dengan komitmen mendukung keberanjtan. Pada aspek sosial, Bank memberikan pembiayaan serta pendampingan yang mendorong nasabah perempuan prasejahtera produktif mencapai hidup yang lebih berarti. Salah satu komitmen sosial tersebut diwujudkan dalam program Bersama Berdaya Sahabat Tepat Indonesia (Bestee), yaitu program kemitraan antara BTPN Syariah yang melibatkan mahasiswa untuk melakukan pendampingan kepada ibu-ibu nasabah pelaku UMKM dengan tujuan meningkatkan kapasitas pengetajuan dan keterampilan ibu-ibu nasabah secara berkelanjutan. Penelitian skripsi karya berbasis magang ini dilakukan oleh penulis dengan metode riset aksi, yaitu penelitian yang menggabungkan teori sekaligus melakukan praktik (learning by doing). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pendampingan dan keberdayaan. Data diperoleh dari observasi partisipatoris, wawancara, buku harian, studi pustaka, dan dokumentasi. Sebagai uji pemeriksaan data, penulis melakukan triangulasi sumber, metode, dan peneliti sehingga data autentik. Hasil yang didapatkan adalah fasilitator pendamping memiliki peran pemungkinan, penguatan, perlindungan, dan pendukungan pada tahapan pendampingan program Bestee yang terdiri dari pra-pendampingan, asesmen, pengkapasitasan, dan penutupan. Dampak dari adanya program tersebut adalah keberdayaan nasabah meliputi adanya kesadaran dan kemampuan untuk berubah (power to), adanya peningkatan kemampuan meningkatkan kapasitas untuk memperoleh akses (power within), dan kemampuan untuk menghadapi hambatan (power over). Pendmapingan yang dilakukan belum mampu berdampak pada masyarakat yang mampu memperoleh kekuatan yang berpengaruh, dalam artian sudah berdaya (power with) karena keterbatasan waktu pendampingan. Program Bestee tidak didesain untuk pemberdayaan jangka panjang dan menyeluruh, melainkan berfokus pada peningkatan kapasitas individu sehingga memerlukan kemampuan untuk berdaya bergantung pada proses masing-masing individu. Program Bestee memerlukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas, yaitu pada komunikasi antar mahasiswa dan pengelola program yang perlu ditingkatkan.
Banking institutions in Indonesia have helped business actors to gain access to independent capital from private institutions. One of the banking institutions, PT BTPN Syariah, implements an inclusive sharia financing system for MSME players accompanied by a commitment to support sustainability. In the social aspect, the Bank provides financing and assistance that encourages productive underprivileged female customers to achieve a more meaningful life. One of these social commitments is manifested in the Bestee program, which is a partnership program between BTPN Syariah which involves students to provide assistance to MSME customer with the aim of increasing the knowledge and skills of the customer. This internship-based thesis research was carried out by the author using the action research method, research that combines theory and practice, usually called as learning by doing research. The theory used in this research is the theory of mentoring and empowerment. Data was obtained from participatory observation, interviews, logbook, literature studies and documentation. As a data inspection test, the author triangulated sources, methods and researcher’s point of view so that the data was authentic. The results obtained are that the accompanying facilitator has an enabling, strengthening, protecting and supporting role in the mentoring stages of the Bestee program which consists of pre-mentoring, assessment, capacity building and closing. The impact of this program is customer empowerment including awareness and ability to change (power to), increased ability to increase capacity to gain access (power within), and ability to face obstacles (power over). The mentoring carried out has not been able to have a meaningful impact on people who are able to gain power (power with) due to limited time for mentoring. The Bestee program is not designed for long-term and comprehensive empowerment, but rather focuses on increasing individual capacity so that it requires the ability to be empowered depending on each individual's process. The Bestee program requires improvements to improve quality, which is communication between students and program managers needs to be improved.
Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Pendampingan, PT Bank PTPN Syariah