Model simulasi sistem pengendalian banjir dengan HEC-RAS dan SIG
TUNAS, I Gede, Dr.Ir. Bambang Yulistiyanto
2004 | Tesis | S2 Teknik SipilPersoalan banjir akan timbul apabila alur sungai tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk melewatkan debit dengan besaran tertentu. Sedikitnya ada 5 faktor penyebab banjir di Indonesia yaitu faktor hujan, faktor hancurnya retensi Daerah Aliran Sungai (DAS), faktor kesalahan perencanaan pembangunan alur sungai, faktor pendangkalan sungai dan faktor kesalahan tata wilayah dan pembangunan saranaprasarana. Selama ini diperkirakan sebagai sumber terjadinya masalah banjir yang dominan adalah pengaruh kegiatan manusia (anthropogenic) baik di dataran banjir maupun di DAS. Penelitian ini mencoba menganalisis faktor-faktor yang diperkirakan menjadi penyebab banjir, mengevaluasi dan mencari metode penangannya dengan melakukan studi pada DAS Air Bengkulu sebagai model. Penelitian dilakukan dengan melakukan analisis hidrologi terhadap data hujan dan DAS untuk menetapkan hidrograf banjir rancangan Simulasi dilakukan dengan menggunakan model hidrodinamik HEC-RAS dan SIG untuk mengetahui hidrograf dan elevasi muka air pada setiap tampang sungai. Simulasi juga dilakukan untuk mengetahui kapasitas tampang (bankfull capacity) sungai dan unjuk kerja bangunan pengendali banjir eksisting. Hasil simulasi menunjukkan kapasitas tampang sungai telah terlampau oleh debit dengan kala ulang 5 tahun. Untuk kala ulang banjir diatas 5 tahun, elevasi bangunan pengendali banjir sudah terlampaui. Penanganan secara struktural dilakukan dengan melakukan normalisasi dasar sepanjang ±5 km dari muara. Simulasi dengan normalisasi dasar menunjukkan terjadi penurunan elevasi muka air sebesar 0.1-1.75 m untuk seluruh kala ulang yang disimulasi dan dapat meningkatkan efektifitas fungsi tanggul eksisting sampai dengan kala ulang banjr 50 tahun. Peninggian tanggul hanya dilakukan pada kala ulang banjir 100 tahun, sebesar 0.3- 1.15 m.
The floods will happen if the river banks don’t have enough capacity to pass a certain magnitude of flow. There are at least five factors which causing the floods in Indonesia such as rainfall, low detention of bazin area, weakness of construction planning in river banks, agradation on river bed, and weakness of land use and infrastructure development. It is predicted that the main source of flood problem is human activities (anthropogenic factor) in either floodplain or bazin area. This research would try to analyze the predictable factors which causing the floods, and get it’s solution for the case of Bengkulu River. This research deals with flood routing by using HEC-RAS hydrodynamic models and GIS to gain flow hidrograph and water surface elevation along the Bengkulu River. The bankfull capacity is computed and the exisisting flood control structure is evaluated. The result of simulation shows that the bankfull capacity was exceeded for the five years return period flood. Banks normalization of five kilometers length can decrease the water surface elevation about 0.1-1.75 m for all the return period floods. For the one hundred years return period flood, the levees need to increase about 0.3- 1.15 meters high.
Kata Kunci : Banjir,Pengendalian,HEC,RAS dan SIG, flood routing, simulation models, flood controls