Analisa dengan pengendalian erosi permukaan pada Sub-Das Kali Progo Hulu di Kabupaten Temanggung
SIREGAR, Rahmat Kartolo, Dr.Ir. Bambang Yulistiyanto
2004 | Tesis | S2 Teknik SipilWilayah sub-DAS Kaliprogo di Kabupaten Temanggung, cukup berpotensi akan terjadinya erosi permukaan lahan. Adanya beberapa perubahan dan faktor pengelolaan lahan yang tidak terkendali, faktor curah hujan yang cukup tinggi dan faktor kecuraman lereng, merupakan parameter-parameter yang dapat memicu terjadinya erosi permukaan lahan di kawasan sub-DAS ini. Pengaruh campur tangan manusia yang keliru dalam mengelola lahan menyebabkan laju erosi makin cepat berlangsung apabila dalam pengelolaannya tanpa memperhatikan kaidah-kaidah konservasi. Laju erosi yang berlangsung akibat perubahan tataguna lahan, ditandai dengan banyak dijumpai alur, parit, jurang dan batu-batuan induk di lahan pekarangan tegalan, semak belukar dan hutan serta luas lahan kritis yang mencapai 20 % dari luas kabupaten ini. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi potensi laju erosi beserta arahan pengendaliannya. Model parametrik The Universal Soil Loss Equation (USLE), digunakan untuk menganalisis potensi laju erosi. Parameter-parameter yang digunakan dalam USLE yakni faktor erosivitas hujan (R), faktor erodibilitas tanah (K), faktor panjang dan kecuraman lereng (LS) dan faktor pengelolaan tanaman dan tindakan konservasi (CP). Pada penelitian ini dilakukan juga evaluasi dan identifikasi terhadap klasifikasi bahaya erosi dan toleransi bahaya erosi pada setiap unit lahan. Dari hasil analisa diperoleh laju erosi rerata sebesar 10,75 mm/thn, berada dalam kategori kelas erosi IV (berat). Semak belukar merupakan penyumbang erosi terbesar yakni 81,58 mm/thn. Upaya arahan pengendalian yang disarankan adalah dengan merubah faktor C & P,yakni mengubah pola tanam dan jenis tanam beserta perbaikan teras yang sesuai dengan kondisi lahan. Dengan upaya tersebut laju erosi rerata dapat diturunkan sebesar 4,62 mm/thn, dalam kategori kelas III (sedang). Hasil evaluasi kelas bahaya erosi menunjukkan bahwa dari 56.506,43 ha luas sub-DAS, kategori kelas erosi I, sangat ringan (3,77%), kelas II, ringan (36,72 %), kelas III, sedang (33,08%), kelas IV, berat (18,68%) dan kelas V, sangat berat (7,75%). Hasil kumulatif laju erosi aktual yang terjadi, telah melampaui batas toleransi erosi pada masing-masing zona batas toleransi yang diizinkan T (2,0 ; 1,2 dan 0,80 mm/thn). Secara rinci diketahui bahwa dari 326 unit lahan sub-DAS, hanya 39 unit lahan berada dalam batas toleransi erosi yang diizinkan.
Kali Progo sub-catchment area in Temanggung Regency has high potency to sheet erosion. The change and uncontrolled land use management, high rainfall and steepness, are factors which excitable the soil erosion in this area. Influence and change in land use control which is interference by mismanagement will accelerate the erosion, if there is no conservation action. Cause of mismanagement in land use, the erosion which accelerate indicating of gully, ravine and geological stones founded in sub-catchment area and 20 % of this regency area has in critical land. The aim of this research is to predict the erosion potency and direction to control the rate of erosion. The parametric model in Universal Soil Loss Equation (USLE) is used to analyze the rate of erosion potency (mm/year). The parameters that are used in USLE, are rain erosivity factor (R), land erodibility factor (K), long and steepness factor (LS) and crop management and conservation action factor (CP). This research include to evaluation and identity each land unit are done to erosion tolerance and hazard classification of existing erosion. The result of analyze obtained the erosion average equal to 10,75 mm/year and in heavy class of erosion. Bushes represent the biggest erosion contributor namely 81,58 mm/year. The effort action control, by change the C and P factor, the rate of erosion average decrease to 4,62 mm/year, and included in category of medium class. Identification of hazard class, is indicating that 56.506,43 ha of subcatchment in very light class (3,77 %) in light class (36,72%), medium class (33,08%), heavy class (18,68%) and 7.75 % in very heavy class. The totality result of existing erosion have exceeded of erosion tolerance each of soil loss tolerance zone namey T (2,0; 1,20; and 0,80 mm/year), and as detailly 326 of land unit, 39 of land unit merely on soil loss tolerance permissible.
Kata Kunci : Daerah Aliran Sungai,Erosi Permukaan Lahan,Pengendalian,sheet erosion, erosion control, land use, conservation