Pengaruh Perlakuan Shot Peening dan Sputtering TiN Terhadap Sifat Perambatan Retak Fatik Korosi Biomaterial Stainless Steel 316L
Muhammad Hafidh Rasyadi, Dr.Eng. Ir.Priyo Tri Iswanto, S.T., M.Eng., IPM.
2024 | Tesis | S2 Teknik Mesin
Sedikit dari material dalam kelompok metal yang dapat digunakan sebagai perangkat biomaterial implant untuk aplikasi medis. Salah satu material baja tahan karat yang dipertimbangkan untuk penggunaan medis sebagai material implant yaitu Stainless steel 316L. Keunggulan stainless steel 316L yaitu mempunyai sifat tahan terhadap korosi, mudah untuk difabrikasi, dan harganya yang lebih murah dibandingkan dengan biomaterial kelompok metal lainnya. Karakter dari stainless steel 316L tidak dapat diberikan perlakuan panas, sehingga perlu adanya metode lain dalam meningkatkan sifat-sifat mekanisnya. Salah satunya yaitu dengan perlakuan permukaan shot peening dan sputtering. Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk menginvestigasi pengaruh shot peening serta sputtering terhadap struktur mikro, kekasaran permukaan, kekerasan permukaan, serta laju perambatan retak fatik korosi stainless steel 316L.
Penelitian ini memakai material jenis stainless steel 316L. Perlakuan shot peening dilakukan dengan tekanan penembakan konstan 8 bar, jarak penembakan 60 mm dengan sudut penembakan 90o menggunakan variasi durasi shot peening 10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit. Kemudian sputtering diaplikasikan menggunakan parameter tegangan 5 keV, kuat arus yang digunakan 10 ?A, waktu perlakuan sputtering selama 120 menit serta titanium sebagai material target deposisi.
Hasil penelitian menunjukkan shot peening memperhalus struktur butir bagian tepi permukaan hingga kedalaman < 60>
Kata Kunci : shot peening, sputtering, Stainless Steel 316L, fatik korosi