Implementasi Pemanfaatan Bangunan Kolonial Di Kaliurang Dengan Konsep Heritage Trail
RAMADITYA ASTALOKA, Drs. Musadad, M.Hum.
2024 | Skripsi | ARKEOLOGI
Pemanfaatan bangunan bersejarah merupakan bagian dari pengembangan wisata
sejarah/budaya (heritage tourism). Salah satu bentuk pemanfaatannya
adalah dengan merancang konsep wisata heritage trail. Heritage trail adalah
sebuah konsep wisata yang dirancang untuk menghubungkan antara objek satu
dengan beberapa objek lainnya. Salah satu kawasan yang akan diterapkan konsep
wisata heritage trail adalah Kaliurang dengan situs berupa bangunan
peristirahatan kolonial Belanda.
Penelitian ini bertujuan
untuk mengimplementasi pemanfaatan bangunan kolonial dengan konsep heritage
trail menggunakan teori ”Guidelines For Heritage Trails”. Dalam
teori tersebut, terdapat empat tahapan dalam perancangan konsep heritage
trail dan empat nilai penting sebagai kriteria pemilihan objek. Metode yang
digunakan yakni metode kualitatif dan teknik pengumpulan data terbagi menjadi
dua jenis, yakni data primer dan sekunder.
Implementasi
pemanfaatan diterapkan oleh tim Kahitz (Kaliurang Heritage Indische Trail)
sebagai data utama dan Explore Kaliurang sebagai data pendukung. Perancangan
dan penerapan konsep heritage trail yang dilakukan oleh tim Kahitz dengan
model walking tour berdasarkan teori ”Guidelines For Heritage Trails”,
menjadi panduan dalam mengimplementasikan konsep heritage trail.
The utilization of
historical buildings is part of the development of historical/cultural tourism
(heritage tourism). One form of utilization is by designing the concept of
heritage trail tourism. Heritage trail is a tourism concept designing the
connect one object with several other objects. One of the areas that will be
applied the concept of heritage trail is Kaliurang with the site of Dutch
colonial rest building.
This research aims to implement the
utilization of colonial building with heritage trail concept using the theory
of “Guidelines For Heritage Trails”. In the theory, there are four steps
in designing the heritage trail concept and four important values as object
selection criteria. The method used is qualitative method and the data
collection technique is divided into two types, namely primary and secondary
data.
The implementation of the
utilization is applied by Kahitz (Kaliurang Heritage Indische Trail) team as
the main data and Explore Kaliurang as the supporting data. The design and
implementation of heritage trail concept done by Kahitz team with walking tour
model based on the theory of “Guidelines For Heritage Trails”, became
the guide in implementing the heritage trail concept.
Kata Kunci : pemanfaatan, heritage trail, kolonial, Kaliurang