Keragaan beberapa varietas jagung hibrida secara Monokultur dan Tumpangsari dengan Kacang Merah
DESIWINTA S., Henny, Prof.Dr.Ir. Woerjono Mangoendidjojo, MSc
2004 | Tesis | S2 Pemuliaan TanamanPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tanaman kacang merah terhadap keragaan tanaman jagung hibrida pada sistem tanam tumpangsari serta mencari varietas-varietas jagung hibrida yang mempunyai keragaan yang baik pada sistem tana m tumpangsari dan monokultur dimasing-masing lokasi. Tujuh varietas jagung hibrida dievaluasi di kebun Pendidikan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (KP-4) Universitas Gadjah Mada, Kalitirto Berbah Sleman Yogyakarta dan Desa Mlese, Klaten sejak bulan Mei sampai dengan Oktober 2003. Penelitian ini disusun dalam rancangan petak berjalur (Strip Plot Design) yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama sistem tanam yang terdiri dari sistem tanam tumpangsari dan monokultur. Faktor kedua adalah varietas jagung hibrida yang terdiri atas 7 varietas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem tanam tumpangsari memberikan pangaruh yang baik pada keragaan tanaman jagung hibrida khususnya untuk sifat jumlah baris biji dan hasil biji kering pipilan di lokasi Yogyakarta sedangkan di lokasi Klaten untuk sifat diameter tongkol dan jumlah baris biji.Varietas NT 6661 yang ditanam secara tumpangsari dan monokultur di Yogyakarta memberikan rerata hasil biji kering pipilan dan pendapatan total yang lebih tinggi.Varietas NT 6621 yang ditanam secara tumpangsari di Klaten memberikan rerata hasil biji kering pipilan dan pendapatan total yang lebih tinggi sedangkan untuk sistem tanam monokultur adalah varietas NT 6240.
An experiment was done to evaluate dry bean effect under intercropping with hybrid varieties of corn and to know better performance of corn in two systems at 2 locations. Seven hybrids corn were planted at the Experimental Field of Agricultural Training Research and Development (ATRD) Gadjah Mada University, Kalitirto, Berbah Sleman, Yogyakarta and Mlese village, Klaten from Mei to October 2003. The experiments were arranged in Strip Plot Design with 2 factors. The first was cropping systems, i.e. intercropping and monoculture system. The second was seven hybrid corn varieties. The results showed that intercropping gave better performance to all varieties, especially number of seed rows and grain yield at Yogyakarta while at Klaten was diameter of ear and number of seed rows. At Yogyakarta, NT 6661 variety gave higest grain yield and economic yield in 2 systems. At Klaten, NT 6621 variety gave higest grain yield and economic yield when it was intercropped with dry bean and NT 6241 variety under the monocultural condition.
Kata Kunci : Pemuliaan Tanaman,Jagung Hibrida dan Kacang Merah,Monokultur dan Tumpangsari,performance, hybrid varieties of corn, intercropping