Peran SAPDA dalam Menghadapi Kerentanan Perempuan dengan DIsabilitas sebagai Penyintas Kekerasan di Yogyakarta
FAKIH SASMITO, Dr. Ratminto, M.Pol.Admin
2024 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Lembaga SAPDA adalah
sebuah organisasi yang berfokus pada dukungan bagi anak, perempuan, dan
disabilitas. Seiring waktu, program Lembaga SAPDA berkembang untuk melindungi
hukum dan memulihkan psikologis bagi penyintas kekerasan. Hal ini terlihat dari
upaya Lembaga SAPDA dalam membantu anak, perempuan, dan disabilitas melalui crisis
center, sehingga mereka dapat hidup dengan baik di masyarakt. Oleh karena
itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran SAPDA dalam mengahdapi
kerentanan perempuan dengan disabilitas sebagai penyintas kekerasan di
Yogyakarta. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teori kerentanan
kontekstual, peran, kepemimpinan, dan kelembagaan. Teori kerentanan kontekstual
digunakan untuk menganalisis kerentanan perempuan disabilitas sebagai penyintas
kekerasan di Yogyakarta dengan empat level. Teori peran membantu mengevaluasi
seberapa besar peran SAPDA dalam mengahdapi kerentanan. Teori kepemimpinan dan
kelembagaan digunakan karena keduanya merupakan faktor yang mempengaruhi peran
tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi
kasus. Teknik pengumpulan data meliputi studi litaratur, wawancara mendalam,
dan observasi non-partisipatif.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Lembaga SAPDA berperan di dalam menghadapi kerentanan
perempuan dengan disabilitas sebagai penyintas kekerasan jika ditelaah dengan
teori kerentanan kontekstual dan teori peran. Selain itu, usaha Lembaga SAPDA
di dalam menghadapi kerentanan tidak lepas dari adanya kepemimpinan dan
kelembgaan yang efektif. Kepemimpinan di dalam Lembaga SAPDA memiliki empat
fungsi yaitu ffungsi partisipasi, fungsi delegasi, fungsi pengendalian, dan
fungsi konsultatif. Kelembagaan di Lembaga SAPDA mencakup tiga pilar utama
institusi: pilar regulative yang berupa pembagian kerja, pilar normatif yang
berlandaskan nilai-nilai Lembaga SAPDA, dan pilar kultural-kognitif yang
diwakili oleh simbol Lembaga SAPDA.
SAPDA is an organization focused on supporting children, women, and people
with disabilities. Over time, SAPDA's programs have evolved to provide legal
protection and psychological recovery for survivors of violence. This is
evident from SAPDA's efforts to assist children, women, and people with
disabilities through its crisis center, enabling them to live well in society.
Therefore, this study aims to analyze SAPDA's role in addressing the vulnerabilities
of women with disabilities who are survivors of violence in Yogyakarta. The
theories utilized in this research include contextual vulnerability theory,
role theory, leadership theory, and institutional theory. Contextual
vulnerability theory is used to analyze the vulnerabilities of women with
disabilities as survivors of violence in Yogyakarta across four levels. Role
theory helps evaluate the extent of SAPDA's role in addressing these
vulnerabilities. Leadership and institutional theories are applied as they are
influential factors in this role. This study employs a qualitative method with
a case study approach. Data collection techniques include literature review,
in-depth interviews, and non-participant observation.
The results show that SAPDA plays a significant role in addressing the
vulnerabilities of women with disabilities as survivors of violence when
examined through the lens of contextual vulnerability theory and role theory.
Furthermore, SAPDA's efforts to address these vulnerabilities are supported by
effective leadership and institutional structures. Leadership within SAPDA
encompasses four functions: participatory, delegative, controlling, and
consultative functions. SAPDA's institutional framework includes three main
pillars: the regulative pillar, which involves the division of labor; the normatif
pillar, based on SAPDA's values; and the cultural-cognitive pillar, represented
by SAPDA's symbols.
Kata Kunci : Kata Kunci: Lembaga SAPDA, kerentanan, peran, kepemimpinan, kelembagaan.