Laporkan Masalah

Kajian terhadap sistem tumpangsari jagung dan kacang tanah di bawah pertanaman kelapa

TAROREH, Gibson Gerald, Dr.Ir. Djoko Prajitno, MSc

2004 | Tesis | S2 Agronomi

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh interaksi antar tanaman terhadap hasil, serta untuk mendapatkan proporsi populasi jagung dan kacang tanah yang tepat dalam sistem tumpangsari di bawah pertanaman kelapa. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Pandu BPTP Sulawesi Utara dari bulan Maret sampai dengan bulan Agustus 2003. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 5 variasi perlakuan yang terdiri dari satu perlakuan monokultur jagung J100, satu perlakuan monokultur Kacang tanah (K100) dan tiga perlakuan proporsi tanaman penyusun antara jagung dan kacang tanah (J75 K25), (J50 K50) dan (J25 K75). Ukuran masing-masing petakan 6 m x 6 m, tiap perlakuan dilakukan dalam 3 blok yaitu Blok I pada stadia tanaman kelapa umur 15 – 20 tahun, Blok II stadia kelapa umur di atas 50 tahun dan Blok III tanpa tanaman kelapa (terbuka) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di bawah pertanaman kelapa dengan tingkat naungan cukup tinggi baik tanaman jagung maupun kacang tanah masih dapat memberikan hasil yang baik berdasarkan perhitungan RYT dan nilai RYT jagung dan kacang tanah dalam sistem tumpangsari di bawah pertanaman kelapa umur 50 tahun memberikan hasil terbaik berdasarkan kurva replacement series. Sedangkan proporsi terbaik yang diperoleh adalah kombinasi jagung 75% dengan kacang tanah 25%.

The aim of the experiment was to study the influence of between crop interaction to yield and also, looking for an appropriate proportion of peanut and corn in intrcropping system under coconut plantation. This research was done in Pandu Experiment Station, BPTP of North Sulawesi Province, from March up to August 2003. The design of the experiment was Randomized Complete Block Design with 5 treatment combination belong to replacement serie method i.e. 91) monokultur of corn (J100), (2) monokultur of peanutt ( K100) and three intercropping treatments under different proportion, i.e, (3) 75% 0f corn 25% of peanut ( J75 K25), (4) 50% corn and 50% peanut ( J50 K50) and (5) 25% corn and 75% peanut ( J25 K75). Plat size was 6 x 6 m2. Three blocks was used, beside as replications , also as coconut plantation i. e. Block I : 15-20 years old coconut crop; Block II : above 50 years old coconut crop; and Block III : no coconut crop (openel land). The results of this research indicate that under high level of shading, given by the coconut plants, both corn and peanut gove good yield bared on RYT calculation. The replacement serie curve shows that the higherst RYT was reaced by Mize 75% combined with the peanut 25% under above 50 year old coconut plantation (Block II)

Kata Kunci : Tanaman Tumpangsari,Jagung dan Kacang Tanah,Tanaman Kelapa,coconut, intercropping, replacement serie, yield


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.