Laporkan Masalah

Pengaruh populasi kacang tunggak dalam sistem tumpangsari dengan jagung terhadap pertumbuhan gulma dan hasil

SARI, Lili Agustina, Prof.Dr.Ir. Tohari, MSc

2004 | Tesis | S2 Agronomi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh populasi tanaman kacang tunggak yang ditumpangsarikan dengan berbagai jarak tanam jagung terhadap penekanan gulma, pertumbuhan dan hasil. Penelitian dilaksanakan di Kebun Pendidikan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (KP4) Universitas Gadjah Mada, Kalitirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta, mulai Mei sampai September 2003. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 3 ulangan. Percobaan tumpangsari jagung dan kacang tunggak berdasarkan sistem additive series. Faktor pertama adalah populasi kacang tunggak, yaitu: tanpa kacang tunggak, 1 baris, 2 baris, dan 3 baris kacang tunggak. Faktor kedua adalah jarak tanam yaitu: 100 cm x 20 cm dan 80 cm x 25 cm. Penelitian monokultur kacang tunggak sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tumpangsari kacang tunggak dengan jagung tidak mengubah komunitas gulma, tetapi menurunkan berat kering total gulma, penyisipan 3 baris kacang tunggak dapat menekan pertumbuhan gulma dibandingkan dengan populasi kacang tunggak 1 dan 2 baris. (2) Penyisipan kacang tunggak dan jarak tanam jagung tidak berpengaruh terhadap hasil jagung per hektar, tetapi mempengaruhi hasil kacang tunggak. (3) Kombinasi perlakuan jarak tanam jagung 100 cm x 20 cm dengan penyisipan 2 baris kacang tunggak memberikan nilai NKL tertinggi yaitu 1,42.

The research is intended to know the effect of cowpea population intercropped with maize in different combinations of cropping pattern on weed supression, growth and yield. It was done in the experimental field of Agriculture Training, Research and Development (ATRD) Gadjah Mada University, located in Kalitirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta from May to September 2003. The experimental design used Randomized Complete Block Design (RCBD) with 3 replications. Intercropping of cowpea and maize was based on additive series system. The first factor was cowpea population , i.e : without cowpea , 1 row, 2 rows, and 3 rows of cowpea. The second factor was cropping pattern, i.e : 100 cm x 20 cm and 80 cm x 25 cm. Monoculture of cowpea used as check treatment. The research results show that : (1) cowpea and maize intercropping system did not affect weed community, but reduced its total dry weight, the insertion of 3 rows of cowpea suppressed weed growth better than with 1 or 2 rows. (2) Cowpea insertion and maize distance treatment did not affect the yield of corn per hectare, but it affects the yield of cowpea. (3) a combination of maize planting distance 100 cm x 20 cm with the insertion of 2 row of cowpea gave the highest NKL value of 1,42.

Kata Kunci : Tanaman Tumpangsari,Kacang Tunggak dan Jagung,Pertumbuhan Gulma dan Hasil,Weed, cowpea and maize intercropping, plant population and cropping pattern


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.