Identifikasi Senyawa Aktif dan Bioaktivitas Blended Essential Oils untuk Pengembangan Produk Farmaka
TIFANNY CHAIRUNNISA, Arita Dewi Nugrahini, S.T.P., M.T., Ph.D.;Dr. Jumeri, S.T.P., M.Si.
2024 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
Minyak
atsiri memiliki kandungan senyawa organik aktif yang disebut terpena/terpenoid
yang menyebabkan minyak atsiri memiliki aroma dan bau khas. Aroma yang kuat
tersebut menyebabkan minyak atsiri banyak digunakan sebagai bahan baku untuk
industri parfum, bahan pewangi (fragrances),
aroma makanan (flavor), farmasi, dan kecantikan kosmetika. Disamping itu,
minyak asiri memiliki berbagai kemampuan seperti antiinflamasi,
antiseptik/antibakteri, antioksidan, perangsang selera makan, karminatif,
deodoran, ekspektoran, insektisida, dan sebagainya. Kegunaan dan fungsi dari
setiap minyak atsiri berbeda beda sehingga hal ini mendorong dikombinasikannya
beberapa minyak atsiri (blended essential oils) untuk menghasilkan
komposisi dan fungsi tertentu, salah satunya sebagai produk farmaka minyak oles
dengan manfaat antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui dan membandingkan karakteristik, kandungan senyawa, kemampuan
antibakteri, dan kemampuan antioksidan minyak kayu putih, minyak kenanga,
minyak nilam, dan blended essential oil (4:5:1)
dari ketiga komoditas tersebut.
Pada
penelitian ini, minyak atsiri didapatkan melalui proses destilasi uap air
kemudian dilakukan pencampuran sesuai dengan teori blending by notes dengan komposisi minyak kayu putih, kenanga, dan nilam
(4:5:1). Kemudian minyak dibandingkan karakteristiknya dengan standar SNI
berdasarkan parameter indeks bias, bobot jenis, dan warna. Uji kandungan
senyawa dalam minyak atsiri kayu putih, kenanga, nilam dan minyak campuran
diukur menggunakan alat GC-MS (Gas chromatography-mass spectrometry).
Pengujian antibakteri dengan Well
Diffusion Method atau Metode Difusi Sumuran dan pembuatan media uji dengan
metode spread plate menggunakan MHA
(Medium Hilton Agar). Penentuan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl)
dengan 3 variasi konsentrasi : 1000ppm, 500ppm, dan 100ppm.
Hasil
penelitian menunjukkan karakteristik ketiga minyak atsiri yang sesuai dengan
SNI. Kandungan senyawa kimia utama pada minyak kayu putih tersusun oleh 1,8 Cineol sebanyak 66,64%, minyak kenanga
tersusun oleh trans-Caryophyllene
sebanyak 28,96?n minyak nilam tersusun oleh senyawa utama Patchouli alcohol sebanyak 54,3%.
Kandungan senyawa kimia utama dari minyak campuran (blended essential oils) diantaranya yaitu trans-Caryophyllen (32,53%), 17,5% cineol 8,42%, alpha Humulene
1,4,8-Cycloundecatriene 6,68%, Farnesene
1,3,6,10-Dodecatetraene 6,02%, Germacrene D 1,6-Cyclodecadiene 4,4%, dan Patchouli
alcohol sebanyak 4,17%. Minyak kayu putih, minyak kenanga, minyak nilam dan
blended
essential oils memiliki aktivitas antibakteri yang berbeda
signifikan terhadap Staphylococcus aureus
dan Escherichia coli namun memiliki
efek antagonisme. Pada uji aktivitas antioksidan blended essential oils memiliki
aktivitas sinergisme dengan nilai IC50 minyak kayu putih adalah
sebesar 593.4 ppm, minyak kenanga sebesar 14766.82 ppm, minyak nilam sebesar
31,83 ppm, dan blended essential oils
sebesar 144,51 ppm.
Essential
oils contain active organic compounds called terpenes/terpenoids which cause
essential oils to have a distinctive aroma and smell. This strong aroma causes
essential oils to be widely used as raw materials for the perfume industry, fragrances,
food flavors, pharmaceuticals, and cosmetic beauty. In addition, essential oils
have various abilities such as anti-inflammatory, antiseptic/antibacterial,
antioxidant, appetite stimulant, carminative, deodorant, expectorant,
insecticide, etc. The uses and functions of each essential oil are
different so this encourages the combination of several essential oils (blended
essential oils) to produce certain compositions and functions, one of which is
as a pharmaceutical product of topical oil with antibacterial and antioxidant
benefits. This study aims to find out and compare the characteristics, compound
content, antibacterial ability, and antioxidant ability of cajuput oil, ylang-ylang oil, patchouli oil, and blended essential oil (4:5:1) of these three
commodities.
In this study, essential oils were obtained through a steam distillation process and then mixed according to the blending by notes theory with the composition of cajuput, ylang-ylang, and patchouli oils (4:5:1). Then the oil is compared with the SNI standard-based on the parameters of refractive index, density, and color. The test of compound content in eucalyptus essential oils, cananga (ylang-ylang) oil, patchouli oil, and blended essential oils was measured using the GC-MS (Gas chromatography-mass spectrometry) tool. Antibacterial testing with the Well Diffusion Method or Well Diffusion Method and the manufacture of test media by the spread plate method using MHA (Medium Hilton Agar). Determination of antioxidant activity by DPPH method (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) with 3 concentration variations: 1000ppm, 500ppm, and 100ppm.
The results
of the study show the characteristics of the three essential oils that are following SNI. The main chemical compound content in cajuput oil is
composed of 1.8 Cineol as much as
66.64%, ylang ylang oil is composed of trans-caryophyllene
as much as 28.96%, and patchouli oil is composed of the main compound Patchouli alcohol as much as 54.3%. The
main chemical compound content of blended essential oils includes trans-Caryophyllene (32.53%), 17.5% cineol 8.42%, alpha Humulene 1,4,8-Cycloundecatriene
6.68%, Farnesene 1,3,6,10-Dodecatetraene 6.02%, Germacrene D 1,6-Cyclodecadiene 4.4%, and Patchouli
alcohol as much as 4.17%. Cajuput oil, ylang-ylang oil, patchouli oil, and
blended essential oils have significantly different antibacterial activity
against Staphylococcus aureus and Escherichia coli but have antagonistic
effects. In the antioxidant activity test, blended essential oils had synergism activity
with an IC50 value of cajuput oil of 593.4 ppm, ylang ylang oil of
14766.82 ppm, patchouli oil of 31.83 ppm, and blended essential oils of 144.51
ppm.
Kata Kunci : Antibakteri, Antioksidan, Blended Essential Oils, Minyak Atsiri