Patogenisitas dan sensitivitas Staphylococcus epidermidis Galur Hemolytic dan Galur NonHemolytic Isolat Blitar pada Ikan Mas (Cyprinus carpio)
SOKHIB, drh. Kurniasih, MV.Sc.,Ph.D
2004 | Tesis | S2 Sain VeterinerPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui patogenesitas isolat Staphylococcus epidermidis galur hemolytic dan Staphylococcus galur non hemolytic yang menginfeksi ikan mas (Cyprinus carpio). Dalam penelitian ini menggunakan ikan mas sebanyak 230 ekor dan isolat bakteri S. epidermidis galur hemolytic maupun galur nonhemolytic hasil isolasi dari kasus lapangan pada ikan mas. Penelitian pendahuluan terhadap 10 kelompok ikan masingmasing 10 ekor diinfeksi Staphylococcus epidermidis galur hemolytic 107, 109, 1011, 1013, 1015 secara intraperitoneal sebanyak 5 kelompok dan intramuskular sebanyak 5 kelompok, 4 kelompok ikan juga diinfeksi dengan S. epidermidis galur nonhemolytic 107, 109, 1011, 1013 secara rendaman untuk mengetahui LD50 dari berbagai cara infeksi. Penelitian utama berupa 9 aquarium masing-masing berisi 10 ekor diinfeksi dengan S.epidermidis galur hemolytic 103, 105, 107 secara intraperitoneal dan 107 secara rendaman, dan hal yang sama terhadap S. epidermidis galur nonhemolytic, serta 1 kelompok tanpa infeksi sebagai kontrol. Ikan yang sakit atau mati dari setiap kelompok diambil 5 ekor untuk dilakukan pemeriksaan histopatologi. Uji sensitifitas isolat bakteri terhadap antibiotika (metode Kirby – Bauer) dan uji biokimia dari kedua isolat juga dilakukan untuk mendukung perbedaan patogenesitas. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa infeksi secara intraperitoneal menyebabkan kematian yang tinggi (80%) mulai hari ke 4 dibandingkan dengan secara intramuskular menyebabkan kematian sebanyak 60% mulai hari ke 9, sedangkan infeksi secara rendaman kematian terjadi mulai hari ke 3 dengan total sebanyak 30%. LD50 dari S.epidermidis galur hemolytic secara intraperitoneal adalah kurang 107, secara intramuskular adalah 1012 dan S.epidermidis galur nonhemolytic secara rendaman adalah 1013. Sebelum kematian ikan menunjukkan gejala lesu, anoreksia, berenang miring dan mengambang. Secara makroskopik kelompok ikan yang diinfeksi S.epidermidis galur hemolytic secara intraperitoneal menunjukkan kemerahan pada jantung dan otak, dan semua ikan menunjukkan kongesti hingga hemoragi otak dan ginjal serta pericarditis akut. Hasil uji sensitivitas diperoleh, hampir semua isolat peka terhadap antibiotika Tetracycline, Penicilline, Streptomycine, Ampicilline, Erythromycine dan Chloramphenicol dan hanya isolat galur hemolytic saja yang resisten terhadap Erythromycine. Penelitian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa S. epidermidis galur hemolytic menyebabkan perubahan patologi lebih berat dan resisten terhadap Erythromycin dibandingkan dengan S. epidermidis galur non hemolyticus
Available in Fulltext
Kata Kunci : Ikan Mas,Infeksi Penyakit,S Epidermidis