Keanekaragaman Jenis Makrobenthos pada Berbagai Kerapatan Vegetasi di Hutan Mangrove Mangunharjo, Semarang
Sugma Arvi Yanti, Ir. Ni Putu Diana Mahayani, S.Hut., M.For., Ph.D.
2024 | Skripsi | KEHUTANAN
Hutan mangrove di Kelurahan Mangunharjo yang seharusnya difungsikan sebagai ruang terbuka hijau untuk menahan erosi hingga kini masih mengalami tekanan akibat pemanfaatan yang kurang memperhatikan aspek kelestarian lingkungan sehingga mengakibatkan tutupan dan kerapatannya terus berkurang. Hal tersebut diduga akan memengaruhi biota asosiasi mangrove, yakni makrobenthos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan makrobenthos pada berbagai tingkat kerapatan vegetasi serta mengetahui hubungan keanekaragam dan kelimpahan makrobenthos dengan kondisi lingkungan di hutan mangrove Mangunharjo.
Klasifikasi tutupan vegetasi dengan kerapatan lebat, sedang, jarang diidentifikasi berdasarkan nilai NDVI. Pengambilan data vegetasi dilakukan pada plot 10 m x 10 m, masing-masing 10 plot untuk setiap kelas kerapatan. Pengambilan data makrobenthos dan kualitas perairan dilakukan pada subplot 1 m x 1 m sebanyak tiga plot di dalam plot pengamatan vegetasi. Sampel sedimen dianalisis kandungan bahan organiknya, yang diambil dengan cara komposit dari ketiga subplot. Analisis data parameter lingkungan yang terdiri atas faktor biotik (kerapatan pohon) serta faktor abiotik (bahan organik total, suhu, pH, DO, ketebalan lumpur,salinitas) dianalisis menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA).
Indeks diversitas (H’) Shannon menunjukkan bahwa keanekaragaman makrobenthos di kawasan dengan kerapatan lebat adalah yang paling tinggi (2,525) dibanding dengan kerapatan sedang (2,511) dan jarang (1,95) dengan kelimpahan makrobenthos kawasan mangrove dengan kerapatan lebat, sedang, dan jarang yakni 189 ind/m2, 109 ind/m2, serta 47 ind/m2. Indeks kesamaan komunitas makrobethos pada kawasan kerapatan lebat-sedang merupakan yang tertinggi (75%) dibanding pada kerapatan lebat-jarang (70%), maupun sedang-jarang (63,16%). Hasil uji Post Hoc Games-Howell menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara keanekaragaman makrobenthos di kerapatan vegetasi lebat dengan sedang dan di kerapatan sedang dan jarang. Hasil PCA menunjukkan keanekaragaman maupun kelimpahan makrobenthos berkorelasi positif terhadap kerapatan pohon, kandungan bahan organik, ketebalan lumpur, salinitas, pH, maupun suhu perairan, dimana parameter yang paling berpengaruh yakni kerapatan pohon dan bahan organik.
Kata Kunci : Makrobenthos, Ekosistem Mangrove, Kerapatan Vegetasi; Macrobenthos, Mangrove ecosystem, Vegetation density