Laporkan Masalah

Konstruksi Makna atas Pengalaman Memiliki Suicidal Thoughts dari Sudut Pandang Mahasiswa Sebagai Kaum Muda

Annie Aya Yukanti, Oki Rahadianto Sutopo, Ph.D.

2024 | Skripsi | Sosiologi

Di 2015, bunuh diri menyumbang hampir 1,5% jumlah kematian di seluruh dunia, dan menempati peringkat kedua sebagai penyebab utama kematian pada masyarakat usia muda (15-29 tahun).  Meski begitu, bunuh diri masih menjadi topik yang sulit untuk dibicarakan dalam kehidupan sehari-hari, mengingat berbagai stigma yang masih melekat pada tindakan bunuh diri. Penelitian ini berfokus pada pengalaman mahasiswa sebagai kaum muda memiliki suicidal thoughts, untuk mendalami makna atas pengalaman tersebut. Penelitian ini dilakukan bersama empat informan dengan latar belakang perguruan tinggi yang berbeda, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan life history untuk menangkap perspektif serta makna yang diberikan keempatnya terhadap pengalaman mereka memiliki suicidal thoughts. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa critical moments yang dialami mahasiswa dalam proses transisi memiliki signifikansi atas berkembangnya suicidal thoughts mereka. Kejadian-kejadian ini sifatnya destruktif terhadap sense of self individu, membuat mereka kehilangan identitas yang telah mereka bangun, yang pada akhirnya memicu pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya eksistensial. Kondisi masyarakat yang saat ini semakin terindividualisasi memperparah penderitaan yang dihadapi individu. Ikatan sosial, bahkan ikatan keluarga yang saat ini prinsipnya ‘until further notice’, memaksa individu untuk selalu berhati-hati serta membatasi interaksi negatif dan hal-hal lainnya yang mengancam ikatan tersebut, membuat individu mau tidak mau menelan penderitaannya sendirian. Pada akhirnya individu hanya dapat bergantung pada sumber daya serta pengetahuan yang Ia miliki untuk membangun kembali identitas baru dalam rangka melanjutkan hidupnya. Di akhir, pengalaman memiliki suicidal thoughts, menjadi pengalaman yang sifatnya memberdayakan, setelah individu melakukan alterasi makna atas pengalaman ini. 


In 2015, suicide made up almost 1.5% of numbers of death worldwide and became the second leading causes of death in the young generation (age 15-29). However, suicide is still a tough subject to talk about, considering the stigma around it. This research is focused on understanding the meaning of university students’ experiences with suicidal thoughts, especially as young adults. Research was done with four informants who have different university background, using qualitative research method with the life history approach. The method was chosen to help understanding their experiences with having suicidal thoughts. This research found that there are critical moments during the students’ transition process that define the progress of their suicidal thoughts. Those moments are found to be destructive for the individuals’ sense of self, resulting in them losing the identity that they have built. Thus, the emerging of questions they have that contain existential dread in it. The state of the society nowadays is getting more individualistic and it contributes to worsen the suffering. Social ties, even family ties with the ‘until further notice’ principle are forcing individuals to be more careful and limiting their interactions that deem to be negative, as not to break those ties. This forces individuals to go through their sufferings alone. Ultimately, individuals can only depend on their own resources and knowledge to build their identity again and try to continue with their life. After all, their experiences with having suicidal thoughts are being seen as something empowering, especially after they alternated their own meaning into this.

Kata Kunci : Bunuh Diri, Mahasiswa, Critical Moments, Life History, Self-identity

  1. S1-2024-413241-abstract.pdf  
  2. S1-2024-413241-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-413241-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-413241-title.pdf