Laporkan Masalah

Profil peternakan babi pada dua kecamatan di Kabupaten Jayawijaya

TIRO, Batseba Matelda Wila, Dr.Ir. Purwanto Basuki, SU

2004 | Tesis | S2 Ilmu Peternakan

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran atau data dasar mengenai peternakan babi yang dapat dijadikan acuan dalam strategi pengembangan peternakan babi di Kabupaten Jayawijaya. Penelitian dimulai pada bulan Juli sampai Oktober 2003. Materi penelitian adalah peternak babi sebanyak 60 responden, masing-masing 30 responden mewakili Kecamatan Wamena (± 1550 meter dari permukaan laut) dan Kecamatan Hubikosi (± 2000 meter dari permukaan laut). Metode yang digunakan berupa survei lapangan, wawancara langsung serta pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara Kecamatan Wamena dan Kecamatan Hubikosi untuk jumlah anak babi perkelahiran 7,4 ± 2,3 vs 6,5 ± 2,1 ekor; umur disapih 4,0 ± 0,7 vs 4,1 ± 0,7 bulan; jumlah anak disapih 6,8 ± 2,3 vs 5,7 ± 1,9 ekor; interval beranak 8,1 ± 0,7 vs 8,2 ± 0,7 bulan; bobot lahir 0,75 vs 0,70 kg, bobot sapih 12,15 ± 0,9 vs 12,10 ± 0,8 kg; pertambahan bobot badan 0,08 ± 0,02 vs 0,10 ± 0,02 kg/ekor/hari; konsumsi bahan kering 375,68 vs 378,86 g/ekor/hari; konversi pakan 5,01 vs 3,93; feed cost/gain Rp. 4.346,30 vs 3.427,35 dan mortalitas dalam satu tahun terakhir untuk periode pre weaning 76,9 vs 90,7% dan post weaning 23,1 vs 9,3%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa antara kedua lokasi memberikan perbedaan yang tidak nyata terhadap variabel yang diamati. Strategi yang dilakukan untuk pengembangan ternak babi di Kabupaten Jayawijaya yaitu dengan meningkatkan atau mengoptimalkan sumber daya manusia peternak dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam melalui penyuluhan yang intensif mengenai budidaya beternak babi diikuti demplot dengan memanfaatkan pakan lokal, sehinga produktivitas ternak dapat ditingkatkan

This study was conducted to asses description or data base related to pig husbandry which could be used as standard in developing strategy of pig farming at Jayawijaya regency. The study was carried out from July to October 2003. The method used in this study was survey with direct interview to 60 respondents and direct field observation. Thirty respondents each representing district of Wamena (± 1550 meter at level the sea) and Hubikosi district (± 2000 meter at level the sea). The results showed that between Wamena district and Hubikosi district for litter size of pig was 7.4 ± 2.3 vs 6.5 ± 2.1 head; weaning ages 4.0 ± 0.7 vs 4.1 ± 0.7 months; number of weaning 6.8 ± 2.3 vs 5.7 ± 1.9 head; farrowing interval 8.1 ± 0.7 vs 8.2 ± 0.7 months; birth weight 0.75 vs 0.70 kg, weaning weight 12.15 ± 0.9 vs 12.10 ± 0.8 kg; average daily gain 0.08 ± 0.02 vs 0.10 ± 0.02 kg/head/day; dry matter consumption 375.68 vs 378.86 g/head/day; feed conversion 5.01 vs 3.93; feed cost/gain Rp. 4,346.30 vs 3,427.35 and mortality during one year pre weaning periods was 76.9 vs 90.7% and post weaning periods was 23.1 vs 9.3%. Results of statistical analysis showed that location did not significantly affect values of variables being observed. The applicable strategy to develop pig farming in Jayawijaya regency which could be done by increasing or optimizing human resources and natural resources utilization with extension services and establishing demplot using available local feed stuffs.

Kata Kunci : Peternakan Babi,Profil,Produktivitas, Profile, Local Pig, Productivity, Developing


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.