Laporkan Masalah

Nilai Filosofis Pancasila yang Terkandung dalam Konsep Nawacita Jokowi

MUHAMMAD EDWIN O, Dr. Heri Santoso, S. S., M. Hum. ; Dr. Lailiy Muthmainnah, S. Fil., M. A.

2024 | Skripsi | S1 FILSAFAT

Nawacita muncul di tengah-tengah arus globalisasi yang melahirkan kemajuan teknologi informasi begitu cepat. Atas dasar kondisi masyarakat yang terjadi, Nawacita lahir dalam pemerintahan Presiden Jokowi dengan berisikan sembilan agenda prioritas untuk melanjutkan semangat dari Trisakti Soekarno yang mencakup berbagai bidang, termasuk pembangunan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Selain Trisakti, Pancasila juga menjadi dasar yang melandasi lahirnya Nawacita Jokowi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam Konsep Nawacita Jokowi. Penelitian ini merupakan bersifat historis faktual menggunakan model penelitian pandangan filosofis tokoh dengan studi pustaka. Analisis data menggunakan unsur metodis: interpretasi, koherensi intern, kesinambungan historis, dan heuristik.
Hasil dari penelitian berisi kandungan nilai-nilai filosofis Pancasila dalam konsep Nawacita Jokowi. Hal ini dijelaskan bahwa konsep Nawacita Jokowi dalam pemikiran filsafat Pancasila menunjukkan adanya kaitan yang erat bahwa terdapat kandungan nilai-nilai filosofis Pancasila yang diutarakan dalam konsep Nawacita Jokowi. Hal ini dijelaskan bahwa kandungan nilai ketuhanan yang mencakup kejujuran terdapat dalam cita kedua dan cita keempat. Kandungan nilai kemanusiaan yang mencakup upaya memberikan penghormatan pada martabat manusia tanpa terkecuali dan peningkatan kualitas hidup manusia terdapat dalam cita pertama, cita kelima, cita keenam, dan cita kedelapan. Kandungan nilai persatuan yang mencakup upaya penyatuan dalam masyarakat Indonesia dan perlindungan pada masyarakat Indonesia terdapat dalam cita pertama, cita ketiga, cita ketujuh, dan cita kesembilan. Kandungan nilai kerakyatan yang mencakup partisipasi rakyat dalam penyelenggaraan negara terdapat dalam cita kedua dan cita keempat. Kandungan nilai keadilan yang mencakup upaya menghilangkan kezaliman struktural terdapat dalam cita ketiga, cita kelima, dan cita keenam.

Nawacita emerged in the midst of globalization which gave birth to information technology advances so quickly. On the basis of the conditions of the community, Nawacita was born in President Jokowi's administration with nine priority agendas to continue the spirit of Trisakti Soekarno which covers various fields, including economic development, education, health, and infrastructure. In addition to Trisakti, Pancasila is also the basis for the birth of Jokowi's Nawacita. This research aims to reveal the values of Pancasila contained in Jokowi's Nawacita Concept. 

This research is historical and factual using a research model of philosophical views of figures with literature studies. The data analysis uses methodical elements: interpretation, internal coherence, historical continuity, and heuristic.

The results of the research contain the content of Pancasila philosophical values in Jokowi's Nawacita concept. It is explained that Jokowi's concept of Nawacita in Pancasila philosophical thought shows a close link that there is a close link that there is a content of Pancasila philosophical values expressed in Jokowi's Nawacita concept. It is explained that the content of divine values that include honesty is contained in the second mind and the fourth mind. The content of human values that includes efforts to pay respect to human dignity without exception and improve the quality of human life is contained in the first mind, fifth mind, sixth mind, and eighth mind. The content of the value of unity that includes efforts to unite in Indonesian society and protect Indonesian society is contained in the first mind, third mind, seventh mind, and ninth mind. The content of popular values that include people's participation in the administration of the state is contained in the second and fourth minds. The content of the value of justice that includes efforts to eliminate structural tyranny is contained in the third mind, the fifth mind, and the sixth mind.

Kata Kunci : Filsafat Pancasila, ‘Genetivus Subjektivus’, Jokowi, Nawacita

  1. S1-2024-456497-abstract.pdf  
  2. S1-2024-456497-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-456497-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-456497-title.pdf