EVALUASI IMPLEMENTASI PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT BERSERTIFIKAT (Studi Kasus Kelurahan Selopuro, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah)
Ceria Oktoberta Christanti, Dr. Ir. San Afri Awang, M.Sc.,
2007 | Skripsi | S1 KEHUTANANKelurahan Selopuro mendapatkan sertifikat pengelolaan hutan rakyat lestari yang mengikuti standar LEI oleh lembaga sertifikasi MAL (Mutu Agung Lestari) pada tahun 2004. Sejak saat itu, belum ada suatu studi khusus atau evaluasi mengenai implementasinya di lapangan. Tujuan penelitian ini -adalah U"ltuk menganalisis kegiatan pengelolaan hutan rakyat yang ada di Kelurahan Selopuro pasca sertifikasi serta untuk merumuskan solusi tindakan pengelolaan hutan rakyat tersebut pasca sertifikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui survei. Sampel diambil secara random, sehingga semua orang berkesempatan yang sama untuk menjadi responden. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder melalui pengisian kuesioner dan wawancara. Data yang didapat kemudian dianalisis dengan menggunakan metode perbandingan dengan standar kriteria dan indikator LEI. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pengelolaan hutan rakyat di Selopuro sebelum dan sesudah adanya sertifikasi PHBML tidak jauh berbeda. Masih ada masalah-masalah di dalam pengelolaan hutan tersebut pasca sertifikasi. Dapat dikatakan bahwa sertifikasi tidak membawa pengaruh yang signifikan terhadap pengelolaan hutan rakyat di Selopuro.
Selopuro Village got the Community based Forest Management Certificate on the issue of sustainable forest management. The certification given by MAL and following standard of LEl. There was not a specific study or an evaluation about implementation of it until now. The objective of this research were to analyze the activities of community forest management in Selopuro Village after certified and to formulate the solution in the action activities of community forest management in Selopuro Village after certified. The method of the research is qualitative, and data were collected by survey. The sample taken by random model. The collected data were primary and secondary data. It were collected by fullfing questioner and interview. Data were analized by comparative method based on LEI standard. The result of this research showed that the activities of community forest management in Selopuro Village pre and post certified was not different. There were problems in the activities of community forest management after certified. Certification brought not a significant influence in the activities of community forest management in Selopuro Village.
Kata Kunci : Hutan Rakyat, PHBML, Sertifikasi.