Laporkan Masalah

Analisis Stakeholder Pada Pengelolaan Konservasi Burung Berbasis Komunitas di KTH Wanapaksi Kalurahan Jatimulyo Kabupaten Kulon Progo

M. RAFLY NUGRAHA PRATAMA, Ir. Prasetyo Nugroho, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM.

2024 | Tugas Akhir | D4 PENGELOLAAN HUTAN

Konservasi Burung Berbasis Komunitas (KBBK) merupakan salah satu bentuk dari konservasi berbasis komunitas yang melibatkan partisipasi masyarakat serta para stakeholder. Kelompok Tani Hutan (KTH) Wanapaksi Kalurahan Jatimulyo Kabupaten Kulon Progo telah menerapkan KBBK di dalam pengelolaan hutan. Penelitian ini bertujuan mengetahui stakeholder yang terlibat, menganalisis kepentingan serta pengaruhnya, dan hubungan antar stakeholder di dalam pengelolaan KBBK KTH Wanapaksi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi literatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Keterlibatan para stakeholder terkategorisasikan menjadi stakeholder primer dan stakeholder sekunder. Hasil kategorisasi menunjukkan terdapat 12 stakeholder primer dan 4 stakeholder sekunder. Selanjutnya, analisis kepentingan dan pengaruh stakeholder disajikan dalam bentuk matriks power vs interest yang membagi stakeholder ke dalam empat kelompok yakni key players, subjects, crowd, context setter. Hasil analisis menunjukkan stakeholder yang berada pada kategori key players terdiri dari KTH Wanapaksi, Komunitas Fotografer, Pemerintah Kalurahan Jatimulyo, BISA Indonesia, Kanopi Indonesia, WRC Yogyakarta, Pemilik Lahan. Stakeholder yang berada pada kategori crowd terdiri dari Sahabat Kupu-Kupu, Pokdarwis Kembang Soka, Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Pertamina, Tarra Group, dan Karang Taruna. Stakeholder yang berada pada kategori context setters terdiri dari BKSDA Yogyakarta, Dinas Pariwisata DIY, dan Komunitas Pemerhati Burung Jogja (KPBJ). Hubungan antar stakeholder dalam pengelolaan KBBK KTH Wanapaksi memiliki hubungan yang beragam mulai dari tidak adanya hubungan, hubungan baik, dan hubungan sangat baik.

Community-Based Bird Conservation (CBBC) is a form of community- based conservation that involves the participation of the community and stakeholders. KTH Wanapaksi Jatimulyo Village, Kulon Progo Regency, has implemented CBBC in forest management. This research aims to determine the stakeholders involved and analyze their interest and power in developing CBBC management at KTH Wanapaksi. Data collection techniques through interviews and literature study. This research uses a qualitative approach method. The research results are divided into stakeholders involvement, interests, and power. Stakeholder involvement is categorized into primary stakeholders and secondary stakeholders. The categorization results show that there are 12 primary stakeholders and 4 secondary stakeholders. Next, the analysis of stakeholder interests and powers is presented as a power vs interest matrix that divides stakeholders into four groups: key players, subjects, crowd, and context setters. The analysis results show that stakeholders in the key players category consist of KTH Wanapaksi, the Photographer Community, Jatimulyo Village Government, BISA Indonesia, Kanopi Indonesia, WRC Yogyakarta, and Land Owners. The crowd category stakeholders consist of Sahabat Kupu-Kupu Pokdarwis Kembang Soka, Kulon Progo Regency Tourism Office, Pertamina, Tarra Group, and Karang Taruna. Stakeholders in the context setters category consist of the BKSDA Yogyakarta, the DIY Tourism Office, and the Jogja Bird Observer Community (KPBJ). The relationship between stakeholders in the management of KBBK KTH Wanapaksi has a variety of relationships ranging from no relationship, good relationship, and very good relationship.

Kata Kunci : KTH Wanapaksi, Konservasi Burung Berbasis Komunitas (KBBK), Analisis Power dan Interest.

  1. D4-2024-457037-abstract.pdf  
  2. D4-2024-457037-bibliography.pdf  
  3. D4-2024-457037-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2024-457037-title.pdf