Analisis dampak kebijakan moneter terhadap variabel makroekonomi di Indonesia Tahun 1983.1-2003.2
JULAIHAH, Umi, Prof.Dr. Insukindro, MA
2004 | Tesis | S2 Ilmu Ekonomi dan Studi PembangunanTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak kebijakan moneter terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui variabel kebijakan berupa agregat moneter atau suku bunga yang memiliki kontribusi terbesar dalam menjelaskan pergerakan variabel-variabel makroekonomi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kwartalan tahun 1983.1 - 2003.2. Adapun variabel-variabel yang digunakan adalah uang primer, suku bunga SBI, suku bunga deposito 1 bulan, inflasi, produk domestik bruto, dan nilai tukar (rupiah/dollar). Alat analisis yang digunakan adalah VECM, kelebihan dari VECM adalah terdapat: (i) impulse response function yang berguna untuk melihat respon suatu variabel endogen akibat adanya kejutan dari variabel endogen yang lain; (ii) variance decomposition yang berguna untuk melihat kontribusi suatu variabel endogen dalam menjelaskan variabilitas variabel endogen lain. Hasil impulse response function menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak merespon adanya kejutan dari uang primer. Meskipun uang primer memiliki dampak yang signifikan terhadap inflasi, namun dalam model ini terdapat prize puzzle dan liquidty puzzle. Penggunaan SBI sebagai variabel kebijakan memiliki hasil yang lebih baik. Pada saat SBI dimasukkan dalam model, prize puzzle dan liquidity puzzle dapat dihilangkan. Hasil variance decomposition menunjukkan bahwa uang primer berkontribusi sebesar 5% terhadap fluktuasi inflasi tapi uang primer tidak mampu menjelaskan fluktuasi pertumbuhan ekonomi. Sedangkan SBI memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menjelaskan fluktuasi pertumbuhan ekonomi sampai 14%. Hasil yang menarik adalah variabel kebijakan (uang primer dan SBI) memiliki kontribusi terbesar dalam menjelaskan fluktuasi nilai tukar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kejutan variabel kebijakan direspon lebih cepat oleh nilai tukar daripada variabel-variabel makroekonomi lain.
The objectives of this study are to analyze the effect of monetary policy on Indonesian economy and to know policy variable such as monetary aggregate or interest rate that have better contribution in explain the variability of macroeconomic variables. The data sample used in this study are quarterly time series data from 1983.1 - 2003.2. Those data are base money, SBI interest rate, one month commercial bank deposit interest rate, consumer price index, gross domestic product, and exchange rate (rupiah/dollar). A method of analysis in this study is Vector Error Correction Model (VECM). The advantages of VECM are because it has: (i) impulse response function that can trace the response of one endogen variable because shock/innovation of others variables in the model; (ii) variance decomposition that can show the contribution of one variable endogen in explained the variability of others endogen variables. The result of impulse response function shows that economic growth did not response the shock of base money. Although base money has significant effect on inflation but this model leaves a price puzzle and liquidity puzzle. The use of SBI as policy variable gives better result than base money. When SBI is entered in a model, price puzzle and liquidity puzzle can be vanished. The result of variance decomposition shows that base money contributes only 5% on inflation but it did not give any contribution on economic growth fluctuation. While SBI has better capability in explains the economic growth fluctuation until 14%. The interesting result is policy variables (base money and SBI) have best contribution in explain the fluctuation on exchange rate. Then, it asserts that shock of policy variable is responded by exchange rate faster than other macroeconomic variables.
Kata Kunci : Kebijakan Moneter,Makroekonomi, monetary policy, impulse response function, variance decomposition