Laporkan Masalah

Penciptaan Nilai Publik oleh Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah (Studi Kasus Dusun Sukunan, Kalurahan Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta)

MUHAMMAD IRHAM RAFIF, Dr. Subando Agus Margono, M.Si.

2024 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Keberadaan sampah sebagai sisa suatu produksi belakangan ini mampu menarik perhatian banyak pihak karena menimbulkan berbagai gejolak sosial. Pemerintah dan masyarakat tidak henti-hentinya mempersoalkan sampah sebagai masalah lingkungan yang hadir karena situasi kepadatan penduduk, sehingga mengakibatkan produksi sampah meningkat secara masif. Situasi tersebut menghantarkan fenomena pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai upaya untuk mengatasi masalah lingkungan khususnya sampah.

Paguyuban Sukunan Bersemi melakukan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, khususnya pada Dusun Sukunan untuk mengelola kepublikan  melalui sampah, sehingga masyarakat mampu untuk menciptakan nilai publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi  kasus yang bertujuan untuk mengetahu bagaimana masyarakat Dusun Sukunan mampu melakukan penciptaan nilai publik dalam pengelolaan sampah.  Penelitian ini menggunakan konsep kepublikan untuk menganalisis terwujudnya nilai-nilai yang berorientasikan upaya penyelenggaraan dalam  mengedepankan barang publik, kepentingan publik, dan nilai publik. Selain itu, digunakan konsep teori peran komunitas dan tiga pilar kelembagaan untuk  menganalisis peran dan sistem pada komunitas dalam mengelola kepublikan. Terakhir, digunakan konsep strategi segitiga untuk menganalisis pendekatan penciptaan nilai publik oleh masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengelolaan kepublikan  melalui sampah pada Dusun Sukunan yang dilakukan oleh Paguyuban  Sukunan Bersemi. Hal tersebut teridentifikasi oleh peneliti melalui kaca mata kepublikan empiris berdasarkan dimensional kepublikan dan pengukuran  multidimensional kriteria kepublikan. Selain itu peneliti juga mengidentifikasi  peran komunitas yang melembaga pada Paguyuban Sukunan Bersemi dalam  mengelola lingkungan Dusun Sukunan. Sedangkan untuk nilai publik  setidaknya terdapat lima nilai yang tercipta oleh masyarakat Dusun Sukunan yaitu nilai pelestarian lingkungan, nilai kesadaran, nilai ekonomi, nilai kolektif, dan nilai hubungan sosial.

The existence of waste as waste from production has recently attracted the attention of many parties because it has various social impacts. The government and society continue to question waste as an environmental problem that arises due to population density, resulting in waste production increasing massively. This situation has led to the phenomenon of communitybased waste management as an effort to overcome environmental problems, especially waste. Paguyuban Sukunan Bersemi carries out community-based waste management, especially in Sukunan Hamlet to manage publicness through waste, so that the community is able to create public value.

This research uses a qualitative method with a case study approach which aims to find out how the people of Sukunan Hamlet are able to create public value in waste management. This research uses the concept of publicness to analyze the realization of values that are oriented towards implementation efforts in prioritizing public goods, public interests, and public values. In addition, the concept of community role theory and the three institutional pillars are used to analyze the roles and systems of communities in managing publicness. Finally, the concept of a triangular strategy is used to analyze the public value creation approach by society in waste management.

The results of the research show that there is publicness management through waste in Sukunan Hamlet which is carried out by the Sukunan Bersemi Community. This was identified by researchers through an empirical publicness lens based on dimensions of publicness and multidimensional measurements of publicness criteria. Apart from that, researchers also identified the role of institutionalized communities in the Sukunan Bersemi Community in managing the environment of Sukunan Hamlet. Meanwhile, for public values, there are at least five values created by the people of Sukunan Hamlet, namely environmental conservation value, awareness value, economic value, collective value, and social relationship value.

Kata Kunci : Kepublikan, Peran Komunitas, Nilai Publik, Pengelolaan Sampah/Publicness, Community Role, Public Value, Waste Management

  1. S1-2024-462861-abstract.pdf  
  2. S1-2024-462861-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-462861-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-462861-title.pdf