Laporkan Masalah

Pengaruh penambahan tepung ikan untuk meningkatkan kandungan nutrien sludge biogas sebagai bagian bahan substiotusi dedak pada media.jamur Tiram putih Pleurotus florida

Dianita Juli Hapsari, Asih Kurniawati, S.PT., M.Si.;Prof. Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.

2013 | Skripsi | S1 PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kandungan nutrien sludge biogas dengan penambahan tepung ikan sebagai bahan substitusi dedak pada media jamur tiram putih. Perlakuan terdiri dari sludge biogas kering tanpa tepung ikan 4%. Media jamur tiram putih dibuat dengan P0 yaitu bahan yang biasa petani jamur gunakan, P1 yaitu slude biogas dengan penambahan tepung ikan 2% dan P2 yaitu sludge biogas dengan penambahan 4% masing-masing ditambahkan pada media jamur tiram putih sebanyak 5% sebagai bahan substitusi dedak. Masing-masing perlakuan dilakukan sebanyak 3 ulangan. Parameter yang dianalisis pada sludge biogas dan media jamur tiram putih meliputi kadar air, serat kasar, bahan organik, C-organik, N-Total,P-Total, K-Total dan C/N rasio.Produksi jamur tiram putih yang diukur meliputi berat basah, jumlah tudung, diameter tudung, dan panjang tangkai jamur pada panen pertama. Data dianalisis mengunakan analisis variasi acak lengkap pola searah, perbedaan rerata diuji dengan Duncan's New Multiple Range Test (DMRT). Data yang diperoleh menunjukkan bahwa kadar air, kadar nitrogen, kadarkalium, kadar bahan organik dan kadar phosphor pada sludge biogas dengan penambahan tepung ikan serta media jamur tiram putih dengan perlakukan menunjukkan peningkatan. Hasil substitusi dedak dengan sludge biogas dengan tepung ikan 4% (P2) pada media jamur tiram putih meningkatkan berat basah dan jumlah tudung jamur tiram putih Kata kunci : Sludge, Biogas, tepung ikan, media jamur tiram putih)

This research was aims to increase the nutrient content of the biogas sludge by fish meal addition as rice bran was substituted in white oyster mushroom media. The treatment were dried biogas sludge only. dried biogas sludge with fish meal 2 %, and dried biogas sludge with fish meal 4% White oyster mushroom media is made with P0, which is the material that mushroom farmers usually use, P1, namely biogas sludge with the addition of 2% fish meal and P2, namely biogas sludge with the addition of 4%, each added to white oyster mushroom media as much as 5% as a substitute for bran. . Each treatment was carried out in 3 repetitions. Parameters analyzed in biogas sludge and white oyster mushroom media include water content, crude fiber, organic matter, C-organic, N-Total, P-Total, K-Total and C/N ratio. White oyster mushroom production measured includes weight wet, number of caps, cap diameter, and length of mushroom stalk at first harvest. Data were analyzed using complete random variation analysis with a unidirectional pattern, mean differences were tested using Duncan's New Multiple Range Test (DMRT). The data obtained showed that the water content, nitrogen content, potassium content, organic matter content and phosphorus content in biogas sludge with the addition of fish meal and white oyster mushroom media with treatment showed an increase. The results of substitution of bran with biogas sludge with 4% fish meal (P2) in white oyster mushroom media increased the wet weight and number of white oyster mushroom caps Keywords: Sludge, Biodigester, fish meal, media white oyster mushroom )

Kata Kunci : Sludge; Biogas; Tepung ikan, Medias jamur tiram putih


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.