Dominasi Spesies Lalat Buah (Diptera: Tephritidae) dan Keragaman Parasitoidnya (Hymenoptera: Braconidae) pada Buah Salak di dalam Augmentarium
AMELLIA CHRISTY MAHARANI, Dr. Suputa, S.P., M.P.
2024 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN
Lalat buah (Bactrocera spp.) merupakan kendala utama dalam
budidaya hortikultura di Indonesia termasuk buah salak. Hal ini disebabkan karena
larvanya merusak daging buah. Pengendalian lalat buah sering kali dilakukan menggunakan
atraktan, sanitasi lahan, dan penerapan Good Agricultural Practices
(GAP), pemanfaatan musuh alami seperti parasitoid jarang dilakukan. Parasitoid
dapat menurunkan populasi lalat buah dengan memanfaatkan telur atau larva lalat
buah sebagai inang. Lalat buah dan parasitoidnya memiliki survival
life yang berbeda antar masing-masing spesies. Survival life yang
dimiliki oleh masing-masing spesies akan menentukan spesies yang lebih dominan
di habitatnya. Spesies tertentu yang lebih dominan akan mempengaruhi keberhasilan
pengendalian hama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui spesies lalat buah
yang dominan dan keragaman parasitoidnya pada lahan salak di Kecamatan Turi,
Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan
dari November 2023 hingga Maret 2024, menggunakan tabung augmentarium sebagai
sarana konservasi parasitoid lalat buah. Tabung augmentarium diletakkan pada
tiga tipe lahan yang berbeda yaitu lahan A (menerapkan GAP dan sanitasi lahan),
lahan B (hanya menerapkan GAP), dan lahan C (tidak menerapkan GAP dan tidak
menerapkan sanitasi lahan) dengan jumlah buah salak di dalam tabung
augmentarium sebanyak 20-40, 50-70, dan 80-100 buah. Pengamatan dilakukan
terhadap lalat buah dan parasitoid yang muncul dari tabung augmentarium. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa spesies lalat buah yang dominan adalah Bactrocera
dorsalis, dan parasitoid yang ditemukan yaitu Fopius arisanus, Asobara
sp., Trichopria sp., serta Ealata sp. Faktor abiotik seperti suhu
dan kelembapan, serta faktor biotik seperti ketersediaan tanaman inang dan
musuh alami, mempengaruhi dominasi spesies tersebut.
Fruit flies (Bactrocera
spp.) are a major challenge in horticultural cultivation in Indonesia,
including salak fruit. This is because their larvae damage the fruit flesh.
Fruit fly control is often carried out using attractants, land sanitation, and
the implementation of Good Agricultural Practices (GAP). However, the
utilization of natural enemies such as parasitoids is rarely practiced.
Parasitoids can reduce fruit fly populations by using fruit fly eggs or larvae
as hosts. Fruit flies and their parasitoids have different survival rates among
species. The survival rate of each species determines which species is more
dominant in its habitat. The dominance of a particular species affects the
success of pest control. This research was conducted to determine the dominant
species of fruit flies and diversity of their parasitoids in salak plantations
in Turi, Sleman, Yogyakarta. The study was carried out from November 2023 to
March 2024, using augmentarium tubes as a means of conserving fruit fly
parasitoids. The augmentarium tubes were placed in three different types of
plots: plot A (applying GAP and land sanitation), plot B (applying GAP only),
and plot C (no GAP or land sanitation applied), each containing 20-40, 50-70,
and 80-100 salak fruits inside the augmentarium tubes. Observations were made
on the fruit flies and parasitoids that emerged from the augmentarium tubes.
The results showed that the dominant fruit fly species was Bactrocera
dorsalis, and the parasitoids found were Fopius arisanus, Asobara
sp., Trichopria sp., and Ealata sp. Abiotic factors such as
temperature and humidity, as well as biotic factors like the availability of
host plants and natural enemies, influenced the dominance of these species.
Kata Kunci : dominasi, lalat buah, parasitoid, augmentarium/ dominance, fruit flies, parasitoids, augmetarium