Hubungan Antara Jumlah Buah Salak Dengan Jumlah Parasitoid Lalat Buah (Hymenoptera: Braconidae) yang Keluar dari Augmentarium
AUFA SEHRYL AULIA, Dr. Suputa, S.P., M.P.
2024 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN
Augmentarium berfungsi sebagai sarana konservasi musuh alami dan membunuh lalat buah dengan cara mengumpulkan buah terserang lalat buah dalam sebuah wadah augmentarium. Konservasi parasitoid dengan augmentarium, belum banyak dilakukan. Pengumpulan buah yang terserang lalat buah untuk mendapatkan parasitoid dapat membantu mengurangi infestasi lalat buah berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah buah salak yang optimal untuk mengurangi infetasi lalat buah dengan adanya parasitoid pada tabung augmentarium. Penelitian dilakukan di lahan pertanaman salak milik kelompok tani Mitra Turindo Turi, Sleman, Yogyakarta. Perlakuan pada penelitian ini adalah (a) jumlah buah salak antara 20-40; (b) jumlah buah salak antara 50-70; (c) jumlah buah salak antara 80-100. Pengambilan parasitoid yang keluar dilakukan setiap hari. Data yang diperoleh juga dianalisis dengan ANOVA dengan taraf kepercayaan 5%, kemudian beda nyata populasi antar perlakuan jumlah buah dianalisis dengan uji lanjut Tukey menggunakan program R. Hasil analisis menunjukkan bahwa, ada beda nyata pada jumlah parasitoid yang keluar pada berbagai perlakuan jumlah buah salak. Jumlah parasitoid yang keluar dari augmentarium secara berurutan dimulai dari yang tertinggi ke terendah yaitu (c) jumlah buah salak antara 80-100; (b) jumlah buah salak antara 50-70; (a) jumlah buah salak antara 20-40. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah buah terbanyak yang berpotensi sebagai metode yang sinergis untuk melakukan pengendalian hayati dalam hal konservasi musuh alami.
Augmentarium
functions as a means of conserving natural enemies and killing fruit flies by
collecting infested fruit of fruit fly in a container of augmentarium.
Conservation of parasitoids with augmentarium has not been widely done.
Collecting fruit infested with fruit flies to obtain parasitoids can help
reduce subsequent fruit fly infestations. This research aims to determine the
optimal amount of salak fruit to reduce fruit flies with the presence of
parasitoids in augmentarium. The research was conducted in salak plantation
owned by Mitra Turindo Turi farmers, Sleman, Yogyakarta. The treatments in this
reseach were (a) amount of salak fruit between 20-40; (b) amount of salak fruit
between 50-70; (c) amount of salak fruit between 80-100. The parasitoids that
release are collecting every day. The data obtained were analyzed using ANOVA
with 5% trusted level. Then significant difference between treatment were
analyzed using Tukey’s advanced test using the R program. The result of the
analysis showed that there were significant differences in amount of
parasitoids that release from various treatment in amount of salak fruit.
Amount of parasitoid that release from the augmentarium sequentially starting
from highest to lowest is (c) amount of salak fruit between 80-100; (b) amount
of salak fruit between 50-70; (a) amount of salak fruit between 20-40. The
result of this research indicate that the largest amount of salak fruit has the
potential to be a synergistic method for carrying out biological control in term
of the conservation of natural enemies.
Kata Kunci : konservasi musuh alami, augmentarium, parasitoid, lalat buah, salak/conservation of natural enemies, augmentarium, parasitoid, fruit flies, snake fruit.