Laporkan Masalah

KELESTARIAN HUTAN RAKYAT DITINJAU DARI POTENSI PRODUKSI KAYU DAN JUMLAH TEBANGAN (Studi Kasus: Di Desa Nata Kabupaten Bima)

Oepik Sariyati, Ir. Djuwadi, M.S.

2007 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pada era yang semakin modem ini, manusia rnasih tetap membutuhkan jasa dari hutan untuk membantu memenuhi kebutuhan yang jumlah semakin meningkat seiring sesuai dengan perkernbangan dan tuntutan jarnan. Pada kenyataannya kondisi hutan yang ada sekarang sangat berbeda jauh dengan kondisi pada masa lalu. Perubahan tersebut cenderung mengalami penurunan baik dari segi kualitas maupun jumlah hutan yang ada. Sehingga hutan tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dengan baik, ha! iru terjadi karena adanya peningkatan jumlah penduduk serta perkembangan ilrnu pengetahuan dan teknologi. Dalam undang-undang RI nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan istilah Hutan rakyat disebut sebagai hutan hak, didefinisikan sebagai hutan yang berada pada tanah yang dibeb????ni hak rnilik atas tanah dan tumbuh dikawasan rnilik diluar kawasan hutan. Pada tahun 2006 Kelompok Tanj Hutan KTH "Mangge Rombo" dapat memproduksi hutan rakyat tersebut dalam bentuk kayu gelondongan rata-rata sekitar 30 - 40 m3/tbn sedangkan pada tahun 2005 jumlah produksi sebanyak 10 m3/tahun. Apabila dilihat dari potensi produksi yang ada sekarang, yang dapat dilihat dari nilai etatnya sebesar 52,914 m3/thn. Dengan demikian tingkat produksi (jumlah tebangan) yang dilakukan oleh anggota kelompok tidak melebihi potensi produksi yang ada pada periode tahun 2006 (jurnlah yang di produksi/tebangan sekitar 56,70-75,60 % dari total potensi produksi) ha) inj menunjukan bahwa kondisi hutan saat ini dapat dikatakan lestari karena pola tebangan yang dilakukan tidak over cutting.

Kata Kunci : Hutan Rakyat, Kelestarian

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf