Jaminan sosial Program Tabungan Hari Tua dan Pensiun bagi Pegawai Negeri Sipil
SOEHARTO, Esi, Prof.Dr. Sunyoto Usman
2004 | Tesis | S2 SosiologiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui menejemen program tabungan hari tua PT TASPEN (Persero) bagi pegawai negeri sipil dengan fokus penelitian masalah jaminan sosial, menejemen dan kesejahteraan pegawai negeri sipil.Penelitian ini merupakan studi kasus tentang Pegawai Negeri Sipil yang memasuki masa pensiun dengan pendekatan deskritif analisis. Pengumpulan data melalui instrumen dokumenter, daftar pertanyaan dan wawancara yang mendalam dengan nara sumber dari pejabat PT TASPEN (Persero) sebagai penyelenggara dan pelaksana program tabungan hari tua bagi pegawai negeri sipil, serta nara sumber yang lainnya adalah para pegawai negeri sipil yang masih aktif maupun yang akan memasuki masa pensiun. Tehnik analisis data yang dipergunakan adalah analisis data model interaktif. Jaminan sosial merupakan kebutuhan yang mendasar bagi setiap warga negara baik itu yang bekerja maupun tidak bekerja. Kelompok yang bekerja dibagi atas mereka yang bekerja pada institusi negara dan swasta. Menyelenggarakan jaminan sosial bagi mereka yang bekerja relatif lebih mudah, karena mereka memiliki pendapatan dan tidak membebani pemerintah, karena itu pemerintah selalu berusaha mengurangi kemiskinan tidak dengan cara memberikan subsidi tetapi dengan cara membuka lapangan kerja. Namun acapkali terlewat dari perhatian pemerintah adalah bagaimana dengan mereka yang sudah melewati usia kerja atau pensiun. Oleh sebab itu pentingnya diadakan suatu jaminan sosial baik bagi mereka yang masih aktif bekerja maupun bagi mereka yang sudah pensiun. Pemerintah menunjuk PT TASPEN (Persero) untuk menyelenggarakan dan melaksanakan jaminan sosial bagi pegawai negeri sipil berupa program tabungan hari tua dan program pensiun. Dilihat dari sisi menejemen, PT TASPEN (Persero) telah melaksanakan kedua program tersebut sudah sesuai dengan konsep dan kaidah-kaidah jaminan sosial. Namun kenyataannya kesejahteraan pegawai negeri sipil belum dapat terwujud, dikarenakan belum dipenuhinya komitmen pemerintah selaku pemberi kerja untuk memenuhi kewajibannya berupa pembayaran premi pada PT TASPEN (Persero), hal ini sesuai amanat Undang-Undang Nomor : 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun. Sehingga apabila komitmen pemerintah tentang kewajiban penyetoran premi tersebut diatas dapat diwujudkan, penulis yakin apa yang dicita-citakan oleh sebagian besar pegawai negeri sipil yaitu kesejahteraan pegawai negeri sipil yang layak akan dapat terwujud, sehingga pegawai negeri sipil yang memasuki masa pensiun akan bisa menikmati masa tuanya dengan penuh kesejahteraan.
The objective of this research is to observe the menegement of the old – age insurance programme for the public servant in PT. TASPEN. The writer of this tesis focusses his research on social insurance, management, and the prosperity of public servant. This research is a case study which emphasize on the prosperity of the retired public servant. Library reseach, quistionaire distribution and indepth interview with senior officials of PT. TASPEN and retired public servant were done to collect the data. To analize the data the writer of this tesis uses the interactive method. Social insurance has became a basic necessity for both the employed and unemployed. Since they have salaries and do not bear a burden to the government, it is easier to run insurance programme for the employed then for the unemployed. Because of that reason, in order to decrease poverty, the government would rather give opportunities for employment then give subsidy for the unemployed. This policy ignores the pension scheme and funding for retyring public servant. It is necessary to plan a programme of social insurance for both the workers and the retired. The government cooperate with PT. TASPEN run the old-age and retired insurance programmes for public servant. In accordance with the concept and regulations, PT.TASPEN has managed both the insurance programmes well. However, the public servants ideals of living in prosperity do not come to reality yet. According to the government ordinance number 11 in the year of 1992, it is stated that government has the responsibility to pay the premium of social insurance for the public servant. If the implementation of that ordinance has fulfilled, the writer of this tesis believes that the ideal of increasing the prosperity of the public servant will be realized.
Kata Kunci : PNS,Manajemen Program Taspen, Social insurance, management of PT. TASPEN, prosperity of public servant