Pelaksanaan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) di Desa Wiladeg dan Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul
NUGROHO, Wahyu, Dr. Janianton Damanik
2004 | Tesis | S2 SosiologiDi awal tahun 1998 Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia mengadakan serangkaian Diskusi untuk mengkonsepkan Program Pengembangan Kecamatan (PPK). Usulan yang dibahas adalah memperbaiki krisis ekonomi, dimana keberhasilan penanggulangan masalah kemiskinan pada dekade terdahulu mengalami kehancuran, akibatnya sangat memprihatinkan peningkatan pengangguran, pendidikan dan kesehatan merosot serta jumlah penduduk miskin bertambah. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan proses implementasi program PPK di Desa Wiladeg dan Bejiharjo Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul dan hasil implementasi sementara yang dicapai, serta mengikuti adanya faktor-faktor yang mempengaruhi proses implementasi dan hasil implementasi program tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode : Pertama, wawancara : dengan melakukan percakapan secara langsung dengan pihak-pihak yang terkait dengan PPK baik itu UPK, PPK, FK, FD, PJOK, PJAK, TPK dan masyarakat. Kedua,, dokumentasi yaitu dengan membaca dan mengambil beberapa data dari dokumen PPK yang ada di Desa Wiladeg dan Bejiharjo, maupun yang ada di UPK PPK Karangmojo berupa Berita Acara Musduk, Musdes, MAD, SPC dan beberapa dokumen penting lainnya. Setelah data diperoleh dianalisis secara diskriptif kualitatif, maka diperoleh gambaran yang jelas bagaimana program kebijakan itu diimplikasikan. Pada pelaksanaan implementasi program diperoleh faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu faktor kebijakan, faktor pelaksanaan dan faktor lingkungan, hasilnya ternyata cukup berpengaruh terhadap pelaksanaan Program PPK di desa Wiladeg dan Bejiharjo, dimana mengalami distorsi dari yang seharusnya terjadi, atau sebagaimana yang direncanakan. Dengan demikian sudah saatnya pendekatan juklak dan juknis sebaiknya ditiadakan dan diganti dengan pendekatan partisipatif dengan mekanisme alokasi dana Block Grant sehingga seluruh aspirasi kelompok sasaran dapat terwadahi. Namun demikian, mengingat implementasi program PPK didesa Wiladeg dan desa Bejiharjo masih relatif barn, maka masih diperlukan studi lebih lanjut untuk dapat melihat diterimanya program ini oleh masyarakat.
In the beginning of year 1998, Indonesian Government and The World Bank held several discussions to make a concept of a program called PPK (Sub District development Program). The proposal discussed is how to recover from economic crisis, where all achievements in the success of diminishing poverty problems in the previous decade have gone and the result was bad with the increased of unemployment, the decreased of education and health level, and the number of poor people increased. The objective of this research is to describe the process of implementing PPK program in Wiladeg and Bejiharjo Village, Karangmojo Sub District, Gunungkidul Regency with its temporary result, and the factors involving in its implementation process and the result of ther program implementation. This research is conducted in several methods. First, interview is conducted with direct interview with all components related to the program those are UPK (Sub Distric Financial Administration Unit), PPK, FK (Sub District Facilitator), FD (Village Facilitator), PJOK (Program's Operational Authority), PJAK (Program's Administration Authority), TPK (Program's Administration Team) and society. Second, documentation by reading and taking data from the program's documents in Wiladeg and Bejiharjo Village and also in UPK PKK of Karangmojo Sub District such as Musduk (Kampong Meeting) Notice, Musdes (Village Meeting) Notice, MAD (Inter Village Meeting), SPC (Head of Sub District Appointment Letter) and several other important documents. The data then analyzed using descriptive qualitative method to get a clear picture of the program's implementation. In the program implementation, the influencing factors found are Policies, Implementation and Environment which have significant influence toward the result of the program in Wiladeg and Bejiharjo Village by making distortion from the goal and the the program as planned. So then manual approach should be abolished and replaced with participation approach by mean of Block Grant mecanism so whole aspiration of the target group can be agsorbed. But due to the implementation of the program in Wiladeg and Bejiharjo Village is relatively new, further study is needed to see whether this program is well accepted.
Kata Kunci : Program PPK,Pelaksanaan,Pendekatan Partisipasi, PPK (Sub District development Program), implementation, participation approach.