Laporkan Masalah

POTENSI DAUN JATI (Tectona grandis Linn. F.) SEBAGAI BIOHERBISIDA GULMA Tridax procumbens PADA BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merrill)

FEBRIANA SALVY KUSUMAWATI, Dr. Dyah Weny Respatie, S. P., M. Si.; Valentina Dwi Suci Handayani, S. P., M.Sc., Ph.D.

2024 | Skripsi | AGRONOMI

Produksi kedelai (Glycine max L. Merrill) mengalami penurunan dari tahun ke tahun yang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah cekaman biotik akibat keberadaan gulma. Salah satu gulma dominan dalam budidaya tanaman kedelai adalah gulma Tridax procumbens atau gletang. Pengendalian secara kimiawi menggunakan herbisida dinilai sebagai pilihan yang paling efektif dan efisien, padahal pada kenyataannya herbisida merupakan menyumbang limbah pertanian yang mengakibatkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, inovasi bioherbisida dengan bahan alami merupakan solusi untuk pengendalian gulma yang efektif tanpa merusak lingkungan. Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan bioherbisida adalah daun jati, tetapi masih belum diketahui konsentrasi dan waktu pengaplikasian yang tepat pada tanaman kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi dan waktu pengaplikasian yang tepat ekstrak daun jati sebagai bioherbisida gulma Tridax procumbens pada budidaya kedelai. Penelitian dilaksanakan di laboratorium dan rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama adalah tahap perkecambahan menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan berupa kosentrasi ekstrak daun jati 10%, 20%, dan 40%. Sementara itu, tahapan kedua adalah tahap pertumbuhan awal menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan perlakuam waktu pengaplikasian pra-tanam (H-7), saat tanam (H-0), dan pasca tanam (H+7). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 10% merupakan konsentrasi ekstrak daun jati yang tepat sebagai bioherbisida gulma Tridax procumbens pada budidaya kedelai dengan waktu pengaplikasian saat tanam (H-0).

Soybean (Glycine max L. Merrill) production has been declining year after year due to various factors, one of which is biotic stress caused by the presence of weeds. One of the dominant weeds in soybean cultivation is Tridax procumbens or gletang. Chemical control using herbicides is considered the most effective and efficient option, although herbicides contribute to agricultural waste that leads to environmental pollution. Therefore, innovation in bioherbicides using natural materials is a solution for effective weed control without harming the environment. One of the materials that can be used as a bioherbicide is teak leaf, but the optimal concentration and application time for soybean plants are still unknown. This study aims to determine the optimal concentration and application time of teak leaf extract as a bioherbicide for Tridax procumbens in soybean cultivation. The study was conducted at the laboratory and greenhouse of the Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University, Sleman, Special Region of Yogyakarta.The study was conducted in two stages. The first stage was the germination stage using a complete randomized design with treatments consisting of teak leaf extract concentrations of 10%, 20%, and 40%. Meanwhile, the second stage was the early growth stage using a complete randomized block design with treatments consisting of pre-planting application (H-7), planting time (H-0), and post-planting application (H+7). The study results show that a concentration of 10% is the optimal concentration of teak leaf extract as a bioherbicide for Tridax procumbens in soybean cultivation with application at planting time (H-0).

Kata Kunci : bioherbisida, daun jati, gulma, kedelai, Tridax procumbens

  1. S1-2024-462351-abstract.pdf  
  2. S1-2024-462351-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-462351-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-462351-title.pdf