Analisis Kolaborasi antar Stakeholders dalam Pengelolaan Balai Ekonomi Desa di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang (Studi Kasus: Balkondes Borobudur)
Aldi Puspo Puji Errianto, Dr. Ratminto, M.Pol.Admin.
2024 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Daerah Candi Borobudur termasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sebagaimana diatur dalam RIPPARNAS (Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional) tahun 2010-2025. Namun pada saat itu Desa Borobudur merupakan salah satu desa miskin di Jawa Tengah. Kementrian BUMN pada 2016 membuat program peningkatan ekonomi desa sekaligus peningkatan pariwisata di daerah Borobudur dengan membangun Balai Ekonomi Desa atau Balkondes. Dalam pengelolaan Balkondes Borobudur ini tentunya harus didukung oleh seluruh stakeholders terkait demi berjalannya kolaborasi yang baik untuk mencapai tujuan Balkondes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses kolaborasi antar stakeholders serta pencapaian hasil dalam pengelolaan Balkondes Borobudur di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Penelitian ini mengaitkan teori Vangen dan Huxham (2003) terkait indikator proses kolaborasi antar stakeholders. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan telaah pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kolaborasi yang terjadi antar stakeholders sudah berjalan namun belum terlalu optimal. Indikator cara mengelola tujuan menjadi salah satu indikator yang begitu kuat. Sedangkan indikator cara komunikasi masih kurang berjalan dengan baik. Pencapaian atas kolaborasi antar stakeholders ini tetap bisa mencapai tujuan dari adanya Balkondes. Selain itu memberikan keuntungan dari pengelolaan Balkondes Borobudur, meningkatkan pariwisata serta turut andil mengembangkan kualitas sumber daya manusia masyarakat desa Borobudur.
The Borobudur Temple area is included in the National Tourism Strategic Area (KSPN) as regulated in the 2010-2025 RIPPARNAS (National Tourism Development Master Plan). However, at that time Borobudur Village was one of the poor villages in Central Java. In 2016, the Ministry of BUMN created a program to improve the village economy as well as increase tourism in the Borobudur area by building a Village Economic Hall or Balkondes. In managing the Borobudur Balkondes, of course it must be supported by all relevant stakeholders in order to carry out good collaboration to achieve the goals of the Balkondes. The aim of this research is to determine the collaboration process between stakeholders and the achievement of results in managing the Borobudur Balkondes in Borobudur Village, Borobudur District, Magelang Regency. This research raises Vangen and Huxham's (2003) theory regarding indicators of collaboration processes between stakeholders. The research method used is a qualitative descriptive method with a case study approach. Data collection techniques through observation, interviews and literature review. The research results show that the collaboration process between stakeholders is running but is not yet optimal. The indicator of how to manage goals is a very strong indicator. Meanwhile, indicators of communication methods are still not working well. Achieving this collaboration between stakeholders can still achieve the goals of Balkondes. Apart from that, it provides benefits from managing the Balkondes Borobudur, improving and participating in developing the quality of human resources in the Borobudur village community.
Kata Kunci : Stakeholders,Kolaborasi,Balkondes Borobudur,Pengelolaan